Selasa 24 Desember 2019, 07:20 WIB

Nagara Rimba Nusa Jadi Konsep Ibu Kota Baru

Cahya Mulyana | Ekonomi
Nagara Rimba Nusa Jadi Konsep Ibu Kota Baru

MI/MOHAMAD IRFAN
Maket yang diberi nama Nagara Rimba Nusa keluar sebagai juara 1 desain ibu kota negara yang digelar oleh Kementerian PU PERA Kemarin.

 

KONSEP Nagara Rimba Nusa berhasil memenangi sayembara de­­sain kawasan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia. Tata kelola kawasan pusat pemerintahan baru itu akan mengha­­dirkan gedung-gedung pusat pe­­merintah yang berdampingan dengan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur.

“Setelah sebulan berusaha, de­­sain kami terinspirasi dari hutan. Kami memadukan identitas nusa bang­sa dan rimba yang dimiliki Indonesia dalam konsep Nagara Rimba Nusa,” kata perwakilan tim pemenang sayembara gagasan desain kawasan IKN, Sofian Sibaran, di sela pengumuman kompetisi itu di Kantor Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, kemarin.

Hasil karya tim Urban+ yang terdiri atas beberapa ahli lanskap, arsitek, dan lainnya dari dalam dan luar negeri itu akan men­jadi desain kawasan utama atau kerangka acuan IKN yang seluruh pengerjaannya ditargetkan rampung 2024.

Dalam konsep itu, bangunan di­­de­­sain berdekatan dengan lo­­kasi di bekas perkebunan yang me­­miliki ketinggian 10 meter di atas permukaan air. Tujuannya menghindari potensi ban­­jir dan tidak mengganggu se­rapan air.

Selain itu, antargedung dan ka­wasan berdekatan sehingga mempermudah akses dan mobili­sasi. Rancangannya juga menga­daptasi prinsip biomimikri atau bangunan yang beradaptasi dengan karakteristik hutan dan menghadap perairan.

Bangunan dan infrastruktur lain yang akan menjadi penanda pusat pemerintahan didesain ti­­dak mengganggu sumber dan resapan air yang memiliki luas 2.000 hingga 3.000 hektare. Sisanya dibiarkan menjadi lahan hijau dan habitat hewan endemik Kalimantan seperti bekantan.

“Kami belajar dari kesalahan dan kekurangan konsep ibu kota negara lain. Dari hasil kajian tersebut lahirlah sebuah formula yang tepat. Karena itu, IKN kita nanti membuat wilayah manusia yang ingin hidup di tengah hutan kota yang menghubungkan manusia dengan alamnya,” ujar Sofian.

 

Kolaborasi

Kemenangan tim Urban+ diumumkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono. Ada lima pemenang yang menyisihkan 755 peserta lain. Pemenang pertama mendapat hadiah uang Rp2 miliar, sedangkan pemenang kedua dan ketiga menda­­­pat Rp1,25 miliar serta Rp1 miliar. Juara harapan pertama dan kedua memperoleh hadiah Rp500 juta dan Rp250 juta.

Kendati sudah ditetapkan sebagai juara, desain-desain terpilih tidak akan otomatis diterapkan di dalam pengembangan ibu kota baru.

“Kami minta tiga pemenang uta­­ma bisa berkolaborasi menyempurnakan gagasan desain ini karena semua memiliki kele­­bihan dan kekurangan,” kata Basuki.

Bahkan, Basuki akan mengajak para pemenang untuk melihat langsung kondisi lahan calon ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Ia pun memastikan pembangun­an ibu kota negara baru tidak akan mengganggu habitat satwa endemik bekantan.

Menteri Perencana­an Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan pemerin­­tah belum bisa mengadopsi desain pemenang sayembara kare­na rancangan utama IKN belum diselesaikan.

Proses pendetailan desain ibu kota baru akan dilakukan begitu seluruh masterplan tuntas. “Gagasan yang kita beli. Kita ambil tematiknya,” ujarnya.

Suharso juga mengungkapkan bahwa draf perpres Badan Otori­ta yang bakal mengurus proses pemindahan ibu kota negara sudah berada di Sekretariat Negara. (Pra/Che/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More