Senin 23 Desember 2019, 22:30 WIB

Polda Metro Jaya Bekuk Tiga Pelaku Mutilasi Kapal Malaysia

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Polda Metro Jaya Bekuk Tiga Pelaku Mutilasi Kapal Malaysia

MI/ BARY FATAHILAH
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) memberikan keterangan pers saat rilis tindak pidana pelayaran.

 

PENYIDIK III Sumdaling Polda Metro Jaya mengungkap dan menangkap pelaku kasus pidana pelayaran, penggelapan, pencurian, dan pengerusakan kapal IK Merdeka Nomor IMO 8313922 bendera Malaysia (perusahaan Singapura) di Perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Yusri Yunus, mengatakan, pihaknya berhasil menangkap tiga orang tersangka yakni, IR, THS, dan JC. Mereka melakukan 'mutilasi' atau pelucutan dan pemotongan bagian kapal IK Merdeka milik Malaysia dengan peran berbeda-beda.

"Ketiga tersangka merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), masing-masing berinisial IR, THS , dan JC," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/12).

Yusri menjelaskan, IR berperan sebagai nakhoda kapal, THS berperan mengurus dokumen, dan JC berperan membantu pemotongan sejumlah bagian kapal.

Sementara itu, Kasubdit III Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum menyebut peristiwa pemotongan kapal itu terjadi pada Januari 2018. Dimana surat kelengkapan kapal itu untuk ijin berlayar ke Malaysia. Namun, malah diarahkan ke Tanjung Priok tanpa melaporkan ke syahbandar.


Baca juga: Pohon Besar Tumbang di Depok Timpa Dua Sepeda Motor


"IR selaku nakhoda membelokkan kapal dari arah Merak, Banten ke arah Pulau Tidung, Kepulauan Seribu," sebutnya.

Menurutnya, IR menyembunyikan kapal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selanjutnya PT Jasmarine Malaysia melaporkan kasus tersebut.

"Kemudian berproses selama 2018 lalu, pelaku sudah dipanggil tetapi tidam kooperatif dan melarikan diri," paparnya.

Dia menambahkan, saat disandarkan di Kawasan Tanjung Priok, beberapa bagian kapal tersebut dipotongi untuk kemudian dijual. Dimana bagian kapal yang dipotongi yakni navigasi, helideck dan kabel-kabel. Kerugian akibat pemotongan kapal itu mencapai Rp100 miliar.

Kepada polisi, para tersangka mengaku nekat melakukan aksi pemotongan bagian kapal karena kecewa lantaran perusahaan pemilik kapal yakni Marine Ltd belum membayar upah mereka selama tiga bulan.

"Karena tidak puas, para tersangkamelakukan upaya untuk menguasai kapal," lanjutnya.

Saat ini, berkas perkara kasus itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Sampai dengan sekarang tsk sudah ditahan, sudah lakukan pemberkasan dan P21 di Kejati dan sementara ini berjalan sidang untuk pelaku," pungkasnya. (OL-1)

 

 

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Pemotor yang Berteduh di Bawah Jembatan Layang Akan Dipidana

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:35 WIB
Hal itu terlihat dengan adanya rambu dilarang berhenti yang terpasang di pinggir...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Polisi Cek CCTV Cari Pelaku Begal Perwira Marinir saat Bersepeda

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:28 WIB
"Kita identifikasi diduga ada 2 motor dari CCTV, tapi masih kita dalami dari dua motor itu, karena arahnya sama," kata...
Antara

Pemprov DKI Klaim Siap Antisipasi Banjir

👤Anis Putri Yuliani 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 22:50 WIB
"Prinsipnya Pemprov DKI Jakarta akan terus mengupayakan, memastikan tidak ada warga yang terdampak genangan lagi," pungkas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya