Senin 23 Desember 2019, 21:04 WIB

Raih Piala Super, Lazio Hentikan Sukses Beruntun Ronaldo

Adiyanto | Olahraga
Raih Piala Super, Lazio Hentikan Sukses Beruntun Ronaldo

AFP
Para pemain Lazio bergembira usai meraih Piala Super Italia. Di final, Minggu (22/12), mereka menang 3-1 atas Juventus

STADION King Saud University di Riyadh Arab Saudi, Minggu (22/12) waktu setempat, semestinya jadi panggung kegembiraan bagi Cristiano Ronaldo untuk mengangkat trofi juara ke-15 kalinya berturut-turut di berbagai ajang kompetisi.

Namun, hari itu, dewi fortuna tak berpihak padanya. Pemain asal Portugal itu gagal membawa timnya, Juventus meraih juara Piala Super Italia, setelah takluk 1-3 dari Lazio di final.

Sejak terakhir menjuarai Copa del Rey bersama Real Madrid pada 2014, Ronaldo tidak pernah gagal di final, baik bersama Los Blancos (Madrid), Juventus, maupun Timnas Portugal. Saking kecewanya, pemain berusia 34 tahun itu langsung mengalungkan medali perak dan meninggalkan lapangan tanpa menyaksikan para pemain Lazio mengangkat trofi.

Sejak bergabung dengan Juventus pada 2018, Ronaldo telah dua kali membawa timnya mencapai final, salah satunya dengan mencetak gol kemenangan saat mengalahkan AC Milan 1-0 di Piala Super, Januari lalu. "Memang kesal, tapi air mata tidak menyelesaikan masalah," kata pelatih Juventus, Maurizio Sarri.

Bagi Lazio, ini merupakan gelar kedua mereka dalam tiga tahun terakhir. Uniknya, dua tahun lalu klub yang berbasis di Roma ini juga mengalahkan Juventus di final. Kala itu, mereka menang 3-2.

"Kami telah melakukan hal yang luar biasa. Setelah menang delapan kali beruntun di liga, kini kami menjuarai Piala Super," ujar Luis Alberto, yang membuka gol kemenangan Lazio pada laga ini.

Paulo Dybala sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum, namun Lazio kembali mencetak dua gol tambahan melalui Senad Lulic dan Danilo Cataldi.

"Lazio telah membuktikan sebagai tim besar dan para pemainnya punya mental juara," puji Sarri. (AFP/A-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More