Senin 23 Desember 2019, 19:38 WIB

Proposal PSSI Diterima, Kontrak Shin Tae-yong Segera Difinalisasi

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Proposal PSSI Diterima, Kontrak Shin Tae-yong Segera Difinalisasi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan

 

SOSOK pelatih timnas Indonesia mulai menemui titik terang. PSSI direncanakan akan memperkenalkan pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong untuk menangani Garuda dalam waktu dekat.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mangatakan Shin Tae-yong menerima tawaran yang diajukan pihaknya.

"Yang bersangkutan (Shin Tae-yong) bersedia dan lanjut ke tahap berikutnya," ungkap Iwan, Senin (23/12).

Iwan mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan kontrak dengan eks pelatih timnas Korea Selatan itu. Namun, Iwan enggan merinci berapa lama PSSI mengikat Shin Tae-yong.

"Sedang finalisasi dalam seminggu ke depan mungkin akan kami sampaikan," ungkap Iwan.

Ketertarikan PSSI kepada Shin Tae-yong memang telah diungkapkan beberapa waktu lalu. Pengurus PSSI mengatakan Shin Tae-yong memberikan garansi untuk meraih gelar Piala AFF 2020.

Sedangkan kandidat lainnya, Luis Milla yang pernah menukangi timnas Indonesia di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 itu tidak memberikan garansi langsung menyabet gelar juara pada tahun pertama ia menangani skuad Garuda.

Maka dari itu, pengurus PSSI mengalihkan pandangan kepada Shin Tae-yong.

Selama menukangi klub, Shin mampu membawa Seongnam Ilhwa Chunma FC menjuarai Liga Champions Asia pada musim 2009/2010.

Selain itu, bersama tim nasional Korea Selatan, ia membawa tim U-23 hingga 8 besar Olimpiade 2016. Bersama tim U-20, ia membawa Korea Selatan menembus 16 besar Piala Dunia U-20 2017.

Terakhir, ia membawa tim senior Korea Selatan ke Piala Dunia 2018. Meski tak lolos ke fase gugur, pencapaian fenomenal Shin yakni membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman dengan skor 2-0. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More