Senin 23 Desember 2019, 19:45 WIB

Konsep Ibu Kota Baru RI Usung Keanekaragaman Hayati

Cahya Maulana, Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Konsep Ibu Kota Baru RI  Usung Keanekaragaman Hayati

MI/M Irfan
Desain Nagara Nusa Rimba karya Urban+ memenangkan sayembara konsep kawasan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia.

 

TATA kelola kawasan pusat pemerintahan (ibu kota) baru Indonesia akan menghadirkan gedung-gedung pusat pemerintah berdampingan dengan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur. Konsep yang disebut Nagara Nusa Rimba itu merupakan karya pemenang sayembara konsep kawasan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia

"Setelah sebulan berusaha, desain kami terinspirasi dari hutan. Identitas nusa bangsa dan rimba yang dimiliki Indonesia kami padukan dalam konsep Nagara Rimba Nusa," kata perwakilan tim pemenang sayembara gagasan desain kawasan IKN, Sofian Sibaran di sela pengumuman kompetisi tersebut, di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Senin (23/12).

Menurut dia, konsep yang diusung timnya, Urban+ terinspirasi dengan identitas nusa dan bangsa Indonesia. Maka bangunan dan semua infrastruktur pendukung pusat pemerintahan yang ia gagas berdampingan dengan kekayaan alam dan hutan belantara Kalimantan.

Sofian mengatakan, timnya yang terdiri dari beberapa ahli landscape, arsitek, dan lainnya dari dalam dan luar negeri membuat konsep yang tepat dengan lokasi yang akan menjadi pengganti Jakarta itu yakni hidup berdampingan dengan alam.

Seperti diketahui, pemerintah berencana memindahkan ibu kota Indonesia dari jakarta ke Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menurut Sofian, Kalimantan merupakan wilayah hijau yang menjadi bagian paru-paru Indonesia juga dunia, sehingga kehadiran ibu kota negara harus tetap menjaga keseimbangan alam.

Oleh karena itu, ia dan timnya menyuguhkan konsep bangunan yang saling berdekatan dengan lokasi di bekas perkebunan yang memiliki ketinggian 10 meter di atas permukaan air. "Itu penting untuk menghindari potensi banjir dan tidak mengganggu serapan air," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, antargedung dan kawasan saling berdekatan sehingga mempermudah akses dan mobilisasi. Menurut dia, konsep yang dia rancang juga mengadaptasi prinsip bio mimikri atau bangunan yang beradaptasi dengan karakteristik hutan dan menghadap perairan.

Bangunan serta infrastruktur lain yang akan menjadi penanda pusat pemerintahan tidak mengganggu sumber dan resapan air dan memiliki luas 2.000 hingga 3.000 ha. Sisanya dibiarkan menjadi lahan hijau dan habitat hewan endemik Kalimantan seperti bekantan.

Ia mengaku konsepnya hanya menyempurnakan dan mengambil dari evaluasi ibu kota negara lain. "Kami belajar dari kesalahan dan kekurangannya. Dari hasil kajian tersebut lahirlah sebuah formula yang tepat. Maka IKN kita nanti bagaimana membuat wilayah manusia yang ingin hidup di tengah hutan kota yang menghubungkan manusia dengan alamnya," pungkasnya.

Berkat prestyasinya ini, Sofian dari Urban+ dan timnya berhak mendapatkan hadiah berupa uang senilai Rp 2 miliar. Kemudian Nagara Nusa Rimba akan menjadi desain kawasan utama atau kerangka acuan IKN yang seluruh pengerjaannya ditargetkan rampung 2024.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menjelaskan, pemerintah belum bisa mengadopsi desain pemenang sayembara karena masterplan IKN belum diselesaikan. Sementara proses pendetailan desain ibu kota baru akan dilakukan begitu seluruh masterplan tuntas. “Gagasan mereka yang kita beli. Kita ambil tematiknya dari pemenangnya,” ujarnya.

Terkait Perpres Badan Otorita yang bakal mengurus proses pemindahan ibu kota negara, Suharso mengungkapkan, saat ini draftnya sudah ada di Sekretariat Negara. “Kita sudah serahkan ke Setneg. Jadi sudah bisa disahkan Presiden,” pungkasnya. (A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More