Senin 23 Desember 2019, 13:38 WIB

Sore Ini Kelangkaan BBM di Kupang Teratasi

Palce Amalo | Nusantara
Sore Ini Kelangkaan BBM di Kupang Teratasi

MI/Palce Amalo
Sejumlah SPBU di Kota Kupang tidak beroperasi karena tidak ada pasokan BBM dari Pertamina.

 

KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama premium di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadwalkan teratasi paling lambat, Senin (23/12/2019) sore. Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR V Surabaya, Rustam Aji mengatakan sebuah tanker yang mengangkut 4.500 kiloliter (Kl) premium sudah sandar di Pelabuhan Pertamina di Kelurahan Tenau, Kota Kupang sejak Senin pagi.

"Kapal sedang membongkar muatan, diharapkan siang atau sore ini, premium sudah bisa disalurkan ke SPBU," kata Rustam Aji saat dihubungi dari Kupang.

Menurutnya, distribusi BBM dari Surabaya ke Kupang mengalami keterlambatan lantaran cuaca buruk di perairan. Kapal pengangkut premium tersebut seharusnya sandar di pelabuhan pada Minggu (22/12).

"Karena faktor cauca, kapal baru bisa sandar pagi ini," ujarnya.

Sementara itu antrean kendaraan bermotor di sejumlah SPBU di Kota Kupang tidak terlihat lagi, setelah persediaan BBM di SPBU tersebut habis terjual. Sejumlah SPBU masih terlihat antrean kendaraan yang masih menjual solar seperti SPBU Naikoten di Kelurahan Naikoten. Warga pengguna kendaraan bermotor yang tidak kebagian BBM di SPBU kemudian membeli BBM di pedagang eceran yang dijual di sisi jalan seharga Rp10.000 per liter untuk premium.

baca juga: Polres Dharmasraya Amankan Puluhan Jerigen Solar Ilegal

Akibatnya, stok BBM di pedagang eceran habis terjual seperti  di sepanjang Jalan WJ Lalamentik, Jalan Frans Seda dan Jalan Bundaran PU. Stok premium di pedagang eceran di lokasi lainnya seperti Jalan Bajawa dan Jalan Herewila ludes terjual.

"Bensin sudah habis terjual sejak pagi," kata Katarina, penjual bensin di Jalan Bundaran PU. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More