Senin 23 Desember 2019, 07:59 WIB

KPU Perkenalkan Buti Maskot Pilkada Kalsel 2020

Denny Susanto | Nusantara
KPU Perkenalkan Buti Maskot Pilkada Kalsel 2020

MI/Denny Susanto
Buti adalah boneka berbentuk rumah adat Banjar Bubungan Tinggi yang menjadi maskot Pilkada 2020 Kalsel

 

KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Selatan secara resmi memperkenalkan Buti sang maskot Pilkada dalam peluncuran Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur 2020. Anggaran Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel dipatok sebesar Rp150 miliar. Acara peluncuran Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel berlangsung Minggu (22/12/2019) malam di Banjarmasin. Buti adalah boneka berbentuk rumah adat Banjar Bubungan Tinggi merupakan pemenang pertama lomba maskot Pilkada yang digelar KPUD Kalsel beberapa waktu lalu.

Ketua KPUD Kalsel, Sarmuji mengatakan launching Pilgub Kalsel ini merupakan bentuk sosialisasi agar seluruh masyarakat mengetahui tahapan dan pelaksanaan Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung 23 September 2020 mendatang. Pilkada serentak di Kalsel akan digelar untuk lima kabupaten, dua kota dan tingkat provinsi.

"Kita berharap pelaksanaan Pilkada dapat berjalan lancar seperti pilkada atau pemilu-pilpres yang lalu, serta semakin meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat," tuturnya.

KPU Kalsel juga menetapkan syarat minimal dukungan bagi calon pereorangan adalah sebanyak 243.480 dukungan. Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Kalsel,  Siswansyah mengatakan penyelenggaraan pemilu di Kalsel selama ini mendapat apresiasi pemerintah pusat karena berjalan lancar dalam suasana kondusif. Pemerintah daerah mencatat tingkat partisipasi masyarakat Kalsel dalam pemilu dan Pilpres 2019 mencapai 80 persen dari jumlah pemilih 2,8 juta orang.

Untuk penyelenggaraan pilkada di Kalsel dipatok sebesar Rp150 miliar. Sementara Anggota KPU RI Firyan Aziz yang hadir dalam launching Pilgub Kalsel ini mengatakan pihaknya mengapresiasi proses pelaksanaan pemilu dan pilkada di Kalsel yang berlangsung sukses. Demikian juga dengan masalah anggaran untuk Pilkada 2020, karena di beberapa daerah masih terkendala.

Menurutnya adalah tugas KPU untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa politik adalah sebuah kontestasi aspirasi.

baca juga: Gunakan Dana Desa Berdayakan Perempuan

"Jadi masyarakat harus dewasa menyikapi. Berbeda pandangan atau pilihan tida masalah karena itu bagian dari demokrasi, tetapi setelah pemilu atau pilkada harus bisa menerima hasilnya," ujarnya.

Pemilu dan Pilkada bagian dari pembangunan politik yang memerlukan anggaran tidak sedikit. Firyan juga berpesan ada dua hal yang harus dijaga KPU yaitu integritas dan sinergitas. Peluncuran Pilgub Kalsel 2020 juga dihadiri perwakilan partai politik, juga KPUD Provinsi Kalimantan Tengah. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Tosiani

Aliran Adem Hatie Berkembang Pesat di Temanggung

👤Tosiani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:56 WIB
Kendati para anggotanya berasal dari berbagai agama, namun sekte Adem Hatie ini bukanlah agama. Semua anggota memuja Dewa Tan Tik Sioe atau...
MI/Agus Utantoro

Amenitas Pariwisata Wajib Antisipasi Risiko Penyebaran Covid-19

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:48 WIB
Cuti bersama dan liburan panjang harus diantisipasi agar tidak terjadi penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Indonesia Butuh Lab Mampu Periksa Sampel Uji Usap

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:21 WIB
Politisi Partai NasDem Enggartiasto Lukita mengatakan, untuk menangani sebaran covid-19, Indonesia memerlukan lebih banyak lagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya