Senin 23 Desember 2019, 07:39 WIB

Pengacara RI Masuk Daftar 20 Pengacara Berpengaruh di Singapura

Pengacara RI Masuk Daftar 20 Pengacara Berpengaruh di Singapura

AFP
Indonesia masuk lima besar setelah AS, India, Malaysia, dan China paling banyak berperkara di Singapore International Arbitration Centre.

 

PENGACARA asal Indonesia masuk dalam daftar 20 pengacara paling berpengaruh di Singapura versi Singapura Business Review 2019. Terkait dengan kontribusinya sebagai pusat penyelesaian sengketa teratas di Asia Pasifik.   Berdasarkan Singapura Business Review 2019, dua puluh pengacara telah muncul sebagai sosok yang paling menjanjikan dalam industri itu selama tahun keenam dari tokoh-tokoh hukum Singapore Business Review yang berusia 40 tahun dan di bawahnya pada 2019.    

Singapura Business Review dalam keterangan tertulis di laman resminya menyebutkan profesional yang dipilih berspesialisasi dalam berbagai masalah, seperti penyelesaian sengketa, restrukturisasi dan insolvensi, merger dan akuisisi, serta industri seperti real estat, kedirgantaraan, ritel, perbankan dan keuangan, serta energi.   

"Ke-20 pengacara ini telah memberi saran kepada klien-klien terkenal tentang transaksi multimiliar secara lokal dan di seluruh Asia. Mereka juga telah berkontribusi dalam status Singapura sebagai pusat penyelesaian sengketa teratas," tulis Singapura Business Review 2019.

Salah satu pengacara berpengaruh, Wincen Santoso, 32 dari DLA Piper Singapore menilai arbitrase menjadi primadona untuk penyelesaian sengketa bisnis di skala internasional.    Semakin sentralnya perekonomian di Asia bagi dunia turut memberikan dampak bagi meningkatnya volume transaksi bisnis internasional di kawasan ini. Sengketa bisnis pun akhirnya menjadi hal yang tidak terelakkan.       

Wincen menjelaskan Indonesia masuk lima besar setelah Amerika Serikat, India, Malaysia, dan China yang paling banyak berperkara di Singapore International Arbitration Centre (SIAC).  Bila pada 2017 hanya ada 32 pihak yang melibatkan perusahaan Indonesia di SIAC, tahun lalu jumlahnya meningkat ada 62 pihak yg melibatkan perusahaan Indonesia di SIAC. Jumlah itu melonjak drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya.   

"Padahal, jumlah itu belum termasuk perkara-perkara yang melibatkan perusahaan Indonesia di International Chamber of Commerce (ICC), London Court of International Arbitration (LCIA), dan Hong Kong International Arbitration Centre (HKIAC)," lanjutnya.    

baca juga: Dewan Pengawas akan Perkuat KPK

Hal ini disebabkan makin derasnya investasi asing masuk Indonesia dan juga sebaliknya banyak perusahaan Indonesia go international, sehingga sengketa bisnis yang melibatkan perusahaan asing dan perusahaan lokal pun makin marak.  Sengketa bisnis yang melibatkan pelaku bisnis internasional tidak jarang berujung pada arbitrase internasional. Ia menambahkan arbitrase menjadi sarana untuk penyelesaian sengketa bisnis internasional populer karena diakui 159 negara. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA/Aditya Pradana Putra

Pascaditangkap KPK, Akun Instagram Edhy Prabowo Menghilang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 November 2020, 09:20 WIB
Dalam postingan terakhir Edhy di akun @edhy.prabowo yang dipantau Media Indonesia, terlihat unggahan kegiatan kerja Edhy di Amerika...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Ditangkapnya Edhy Prabowo akan Pengaruhi Elektabilitas Gerindra

👤Cindy Ang 🕔Kamis 26 November 2020, 08:03 WIB
"Alasannya, sederhana saja, Edhy Prabowo merupakan anak emasnya Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto....
Dok MI ROMMY PUJIANTO

Politisi NasDem Tuding Rocky Gerung Fitnah Gerindra

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 06:54 WIB
Rocky menyebut Gerindra akan membalas dendam setelah Edhy Prabowo ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya