Senin 23 Desember 2019, 02:00 WIB

BRI Dorong UMKM Ekspor Tekan Defisit

Ihfa Firdausya | Ekonomi
BRI Dorong UMKM Ekspor Tekan Defisit

MI/Susanto
Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo (tengah) dan Direktur Utama BRI Sunarso meninjau UMKM binaan BRI.

 

PT Bank Rakyat Indo­nesia (BRI) mendo­rong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan ekspor.

Devisa yang dihasilkan dari para eksportir UMKM itu akan bermanfaat untuk menekan angka current account deficit (CAD) yang sekarang hendak terus diturunkan pemerintah.

Dalam upaya memfasilitasi ekspor para pelaku UMKM, BRI mengadakan UMKM Export BRILian Preneur yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, Jumat (20/12) lalu. Dalam gelaran yang berlangsung tiga hari itu, dihasilkan transaksi senilai Rp508 miliar.

“Target kami sebenarnya enggak muluk-muluk, ada deal bisnis US$25 juta (Rp350 miliar) saja kita sudah senang. Namun, alhamdulillah saya dapat laporan total transaksi selama 3 hari ini Rp508 miliar,” ungkapnya dalam pidato penutupan UMKM Export BRILian Preneur 2019 di JCC Senayan, kemarin.

Kegiatan UMKM Export BRILian Preneur, kata Sunarso, merupakan bentuk kontribusi BRI untuk membantu menyelesaikan persoalan perekonomian Indonesia, antara lain me­­ningkatkan ekspor dan menekan CAD.

“Kita mempertemukan UMKM dengan buyer-buyer­ dari luar negeri. Ada 154 UMKM yang siap ekspor bisa hadir di JCC. Ada 10 sampai 80 buyer luar negeri dari berbagai negara. Ada Uni Eropa, Timur Tengah, Jepang, Australia, dan lain-lain,” ujarnya.

Dengan diselenggarakannya acara itu, Sunarso menilai bahwa dua permasalahan ekonomi Indonesia teratasi sekaligus, yakni penyerapan tenaga kerja dan menekan defisit CAD.

“Kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja 97,22%. Padahal, porsi ekspor baru 41%. Bayangkan porsi ekspor dua kali lipat, berapa tenaga kerja yang diserap? Jadi dua hal yang menjadi persoalan kita akan teratasi dengan naik kelasnya UMKM sampai ke level internasional,” jelasnya.

Selain itu, kesejahteraan rak­yat juga menjadi tujuan lewat acara UMKM Export.

Jaga pasar lokal

Pelaku UMKM menganggap pasar domestik dan luar negeri sama penting dalam distribusi produk-produk mereka.

Seperti yang diungkapkan seorang pelaku usaha bernama Inrara Sakib. Ia menjual pernak-pernik mulai sendok kayu pohon pinus, kalung yang terbuat dari eceng gondok, tas dari bahan wol, pot bunga, dan lain-lain yang memiliki nilai seni.

Ia setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi saat membuka acara itu. Menurut Presiden, pelaku UMKM jangan terlena berorientasi ekspor sehingga melupakan pasar dalam negeri.

“Kalau kita terlena, pasar ki­ta akan dikuasai oleh Tiong­kok karena kamu enggak akan bisa defend dengan produk Tiongkok segitu murah dan cepatnya,” ujarnya.

Dirinya telah bertemu dan ber­­negosiasi dengan buyer da­ri luar negeri. “Kemarin ada yang dari Spanyol. Pas dia melihat produk saya, mereka langsung bilang ini berbeda dari yang lain. Mereka akan minta semua produk dengan price list dan setelah itu baru open order,” katanya.
Pelaku usaha lain bernama Indra Syahputra menjual produk kopi Aceh yang diberi nama ‘Ulee Kareng’.  

Produk kopi miliknya sempat dilirik buyer luar negeri ketika dipamerkan di acara UMKM Export BRILian Preneur 2019. Namun, baginya pasar dalam negeri tetap lebih menjanjikan. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More