Minggu 22 Desember 2019, 20:24 WIB

Sekolah Darurat Kartini Gelar Literasi Sejarah Pahlawan Perempuan

mediaindonesia.com | Humaniora
Sekolah Darurat Kartini Gelar Literasi Sejarah Pahlawan Perempuan

Istimewa
Pameran Literasi Sejarah tesrebut diselenggarakan di ruang pameran Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Minggu (22/12).

 

BANYAK cara memaknai Hari Ibu Nasional yang selalu diperingati setiap 22 Desember. Ada yang menunjukan kecintaan dan rasa terima kasih kepada ibu, orang tua yang sudah melahirkan dan merawat.

Bersamaan dengan peringatan Hari Ibu, ada juga memaknaiknya dengan meneladani semangat juang dari para pahlawan, khususnya pahlawan perempuan yang telah berjasa berjuang demi kemerdekaan yang kita rasakan kini.

Sekolah Darurat Kartini, sekolah gratis bagi warga miskin yang didirikan Ibu Guru Kembar memperingati Hari Ibu Nasional tahun ini dengan membuka Pameran Literasi Sejarah bertajuk 'Ibu Bangsa'.

Pameran Literasi Sejarah tesrebut diselenggarakan di ruang pameran Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Minggu (22/12). Ada 14 nama pahlawan perempuan yang ditulis kembali oleh siswa dan guru di sekolah ini.

“Menulis kembali sejarah pahlawan perempuan di Indonesia untuk generasi tentunya, supaya generasi mengingat kembali para pahlawan yang telah ikut dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia,“ kata Sri Rosyati atau yang akrab disapa Rossy, penggagas pameran,  sekaligus pendiri dan guru Sekolah Darurat Kartini.

Nama-nama pahlawan yang ditulis kembali ceritanya itu adalah Laksamana Malahayati, Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dien, Cut Nyak Mutia, Maria Josephine Catherine Maramis, Ruhana Kuddus, RA Kartini, Dewi Sartika, Siti Walidah Ahmad Dahlan, Maria Christina Tiahahu, HR Rasuna Said, Opu Daeng Risadju, Agung Hajjah Andi Dempu, dan Fatmawati.

“Kegiatan ini adalah literasi bagi generasi muda tentang sejarah. Pasalnya tidak sedikit, anak milenials yang tidak kenal nama dan cerita sejarah para pahlawan, jikapun tahu hanya satu dua yang pun yang popular saja,” ujar Adjat Wiratma, salah satu guru relawan yang ikut mendampingi para siswa dalam acara ini.

Melengkapi pameran, selain tulisan, sejarah hari ibu dan patung para pahlawan perempuan, terdapat juga tayangan Film dokumenter 'Dua Mawar Merah'.

Film dokumenter itu mengisahkan perjuangan Sri Rosyati dan Sri Irianingsih, sebagai sosok guru sekaligus ibu bagi murid-muridnya.

Pameran Literasi Sejarah yang bertajuk 'Ibu Bangsa' akan digelar selama satu bulan dari 22 Desember 2019 hingga 22 Januari 2020, masyarakat bisa datang sambil berlibur di Museum dan belajar kembali sejarah pahlawan perempuan. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More