Minggu 22 Desember 2019, 19:46 WIB

Menhub: Lonjakan Arus Mudik di Tol Japek Sebatas Euforia

Faustinus Nua | Ekonomi
Menhub: Lonjakan Arus Mudik di Tol Japek Sebatas Euforia

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Foto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

 

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menanggapi adanya lonjakan pengguna jasa tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada arus mudik kali ini sebagai euforia sesaat. 

Kepadatan tol Japek dinilainya terjadi karena masyarakat ingin mencoba tol yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.

"Kalau kemarin terjadi suatu lonjakan karena memang euforia atau ekspektasi menggunakan itu tinggi sekali dan bagus," kata dia dalam acara kaledioskop Angkasa Pura II, di Jakarta, Minggu (22/12).

Meskipun hal itu terjadi di luar perkiraan pihaknya dan juga operator Jasamarga, Budi mengatakan bahwa semuanya dapat dengan sigap diatasi. Upaya mengurangi kepadatan lalulintas dilakukan seperti pemberlakua contraflow untuk memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru kali ini. 

Selain itu, kepadatan lalulintas itu akan menjadi bahan evaluasi pihaknya terkait penggunaan tol Japek maupun arus mudik secara keseluruhan.

"Jadi nanti kita evaluasi, kita improve kekurangan, insyaallah dalam 3 bulan ini akan selesai dan bahkan menjadi complimentary sehingga ke depan semua jalan ke timur menjadi baik," imbuhnya.

Baca juga: Pengalihan Arus Japek Layang karena Ada Mobil Alami Gangguan

Sementara itu terkait penangan arus mudik Nataru, menurut Budi secara keseluruhan semuanya berjalan baik. Angkutan darat memang menjadi fokus utama pihaknya, sehingga beberapa titik kemacetan utama ditingkatkan pengamanannya.

Untuk transportasi udara sendiri, sudah ada pemberian tiket murah oleh beberapa maskapai Tanah Air. Namun menurutnya, di beberap bandara justru tidak mengalami penumpukan penumpang yang besar.

"Memang masyarakat ini akan beli tiketnya jauh hari. Padahal pengumuman tiket murah itu kan 1 minggu yang lalu dan bisa di cek aja ke Jogja kemarin Rp700 ribu, ke Bali Rp1 juta," ungkapnya.

Secara keseluruhan untuk tahun ini, menurutnya arus mudik tetap terkendali. Angkutan udara dan laut memang tidak mengalami penumpukan yang signifikan seperti angkutan darat, akan tetapi pihaknya akan terus memantau perkembangan ke depan. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More