Sabtu 21 Desember 2019, 20:00 WIB

PDIP Harap Dewas Kambalikan Marwah KPK, yaitu ...

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
PDIP Harap Dewas Kambalikan Marwah KPK, yaitu ...

MI/Susanto
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto

 

PDIP berharap kehadiran Dewan Pengawas (Dewas) mampu mengembalikan marwah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengedepankan pencegahan yang dibarengi penindakan rasuah secara masif.

"Ya sejak awal kami melihat pemberantasan korupsi harus dijalankan sebagai semangat reformasi, sebagai misi suci, sebagai tugas yang tak boleh diintervensi oleh kekuatan politik. Melihat figur yang dipilih menjadi Dewan Pengawas, komisioner KPK, kami meyakini upaya pemberantasan korupsi akan dilakukan dengan lebih komprehensif," ujar Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di sela acara persiapan HUT ke 47 PDIP, Rakernas I dan Refleksi Akhir Tahun, di Jakarta, Sabtu (21/12).

Kehadiran Dewas, kata dia, meniadakan potensi penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan dari ambisi personel KPK. "Dewas harus mengembalikan marwah KPK dengan mengedepankan pencegahan tapi pada saat bersamaan juga melakukan tindakan bagi korupsi yang dilaksanakan secara masif," terangnya.

Sikap itu lahir dari komitmen PDIP yang juga mendorong pendidikan antikorupsi di segala lini, sistem keuangan partai dikelola secara transparan, membangun seluruh aparatur partai agar mengedepankan integritas dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.

"Kami memberi sanksi pemecatan (kepada kader PDIP yang terbukti korupsi). Kami tak akan pernah mencalonkan kepala daerah yang statusnya koruptor atau pernah menjalani tindak pidana Korupsi," pungkasnya. (X-15)

Baca juga: Politisi Gerindra Harap Dewas KPK Dorong Kasus Century

Baca juga: Meski Dewas Berintegritas, KPK Dinilai Tetap Dilemahkan

Baca juga: Jawab keraguan, Pimpinan KPK Baru Harus Tuntaskan Kasus Besar

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More