Sabtu 21 Desember 2019, 19:35 WIB

Kepadatan Ruas Jakarta-Cikampek, Kemenhub Klaim sudah Prediksi

Hilda Julaika | Megapolitan
Kepadatan Ruas Jakarta-Cikampek, Kemenhub Klaim sudah Prediksi

MI/Ramdani
Kendaraan masuk Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Karawang , Jawa Barat, Senin (16/12/2019) malam.

 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mengklaim sudah memprediksi lonjakan kendaraan saat arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Terutama, di Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II pada puncak arus mudik hari ini.

Tol yang baru beroperasi ini dinilai Kepala Humas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pitra Setiawan akan banyak diminati oleh para pengendara saat mudik dan menyebabkan kepadatan.

"Sudah diprediksi, itulah makanya hari ini sudah diprediksi sebagai puncak arus mudik Nataru. Gangguan kepadatan kan terjadi di Tol Elevated Japek II. Ada beberapa skenario yang diantisipasi, salah satunya skenario one way tadi," jelas Pitra kepada Media Indonesia, di Gedung Kemenhub Jakarta, Sabtu (21/12).

Pitra mengatakan, kepadatan kendaraan saat Nataru ini sifatnya situasional. Pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi terutama di Tol Elevated Japek II sejak pagi melalui skenario one way. Hasilnya sejak pagi hingga siang mengalami kelancaran meski padat. Lantas pada sekitar pukul 08.20 WIB rekayasa contraflow (lawan arah) diberlakukan.

Namun, sekitar pukul 12.00 di KM 22-KM 23 Tol Elevated Japek II terdapat mobil yang mengalami gangguan. Untuk mengurai kepadatan lalin tersebut, atas diskresi kepolisian lalu lintas memperpanjang diberlakukan rekayasa lalin contraflow mulai dari KM 47 sampai dengan KM 61.

Menurut Fitra, kepadatan lalin di Tol Elevated Japek II terjadi karena antusiasme masyarakat yang ingin mencoba tol baru. Meski begitu, ia mengakui secara operasional memang belum sempurna, implikasinya kepadatan masih terjadi. Hal ini disebabkan kepadatan berimbas ke KM 48 ke Tol Elevated Japek II karena tidak ada jalan putar lain.

"Untuk Tol Elevated Japek II ini kan baru. Ya antisipasinya memang skenarionya menyiapkan seperti kendaraan derek patroli, ambulans, hingga tangga darurat. Cuma yang terjadi karena tolnya baru dioperasionalkan, masih ada kekurangan di pintu masuk dan turun. Imbasnya di KM 48 Tol Japek 1 jadi ke atas (Tol Elevated Japek II) karena tidak jalan putar lain," paparnya. (X-15)

Baca juga: Catat, Ini Ruas Jalan di Jakarta yang Ditutup saat Tahun Baru

Baca juga: 120 ribu Kendaraan Keluar Jakarta di Puncak Mudik Nataru

Baca juga: Manggung di Bundaran HI, Rhoma Minta Disediakan Pawang Hujan

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More