Sabtu 21 Desember 2019, 18:20 WIB

Polres Manggarai Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Tempat Sampah

Yohanes Manasye | Nusantara
Polres Manggarai Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Tempat Sampah

MI/Yohanes Manasye
Tempat sampah di Kota Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

 

POLRES Manggarai mengendus dugaan korupsi di balik proyek pengadaan tempat sampah atau tong sampah di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Proyek senilai Rp1,9 miliar itu diduga tidak sesuai spesifikasi.

Kasat Reskrim Polres Manggarai AK Wira Satria Yudha yang dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (18/12) membenarkan informasi tersebut.  "Ya, benar. Kami sedang pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Ada dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut," ujarnya.

Polres Manggarai, kata dia, sudah menemukan indikasi awal tindak pidana korupsi di balik proyek tersebut. Ia menyebutkan, ada dugaan ketidaksesuaian antara spesifikasi barang yang ada dalam perencanaan dengan pelaksanaannya.

"Seharusnya tong sampah itu terbuat dari besi plat. Tetapi realisasinya, mereka gunakan drum bekas," kata Wira.

Untuk menelusuri indikasi tersebut, penyidik Tipikor Polres Manggarai sudah memeriksa sejumlah saksi. Namun ia enggan menyebutkan siapa saja pihak yang sudah dimintai keterangan.

Media Indonesia sudah berusaha untuk mengonfirmasi pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut. Salah satunya, pihak yang diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni Kristianus Dominggo.

Pada Rabu (18/12), Media Indonesia mendatangi Kantor Camat Langke Rembong untuk menemui Kristian. Saat itu, ia tak berada di kantor tersebut. Saat dihubungi melalui selulernya, Kristian mengaku sedang berada di rumahnya. Ia pun berjanji akan menelepon jika sudah kembali ke kantor.

"Nanti saya kontak balik kalau sudah ke kantor," ujarnya.

Namun hingga dihubungi kembali pada Sabtu (21/12), ia tak mau memberikan jawaban.

Pantauan Media Indonesia, tong sampah yang terbuat dari drum tersebut terpasang di pinggir setiap jalan di Kota Ruteng. Drum yang dicat warna biru itu dipasang secara berpasangan di setiap titik. (X-15)

Baca juga: Ini Dua Lokasi Wisata Baru di Lembata, NTT

Baca juga: Agustinus Nahah, Pekerja Migran Asal NTT ke 117 Pulang dalam Peti

Baca juga: Natal Nasional Partai Golkar 2019 Digelar di Labuan Bajo

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More