Sabtu 21 Desember 2019, 16:01 WIB

The Daddies Pertahankan Status Mitra Tanding di Pelatnas PBSI

Despian Nurhidayat | Olahraga
The Daddies Pertahankan Status  Mitra Tanding di Pelatnas PBSI

ANTARA FOTO/Bimo - Humas PBSI
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) dan Mohammad Ahsan menunjukan medali dan piala BWF World Tour Finals 2019.

SETELAH meraih gelar juara BWF Tour Finals 2019, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tetap menjadi pasangan mitra tanding oleh PBSI (Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia) di Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung.

Pasangan yang dijuluki the Daddies tetap tercantum dalam 105 atlet di Pelatnas Cipayung hingga 2020.

Pengumuman itu disampaikan PB PBSI pada Jumat (20/12), berdasarkan SKEP/106/0.3/XII/2019.

Organisasi induk cabang bulu tangkis itu menetapkan 105 pemain yang menghuni Pelatnas 2020 yang terdiri dari atlet utama dan pratama.

Pasangan Hendra/Ahsan yang tak lagi mudah tetapi masih bersinar prestasi mereka termasuk ke dalam 14 pemain ganda putra utama yang dipanggil ke Pelatnas Cipayung

The Daddies kabarnya akan tetap menjalani tugas mereka sebagai sparring partner di tahun depan bersama para pemain muda seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan lainnya.

"Memang kami mencantumkan Ahsan/Hendra sebagai atlet Pelatnas utama di tahun depan. Tapi mereka tetap sebagai sparring partner seperti status yang lama," ungkap Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto kepada Media Indonesia, Sabtu (21/12).

Tahun ini pasangan Hendra/Ahsan meraih hasil gemilang setelah menjuarai tiga turnamen bergengsi All England, Kejuaraan Dunia dan menutup tahun dengan gelar juara World Tour Finals yang hanya diikuti delapan pemain/pasangan terbaik dunia

Sebagai pasangan peringkat kedua, Hendra/Ahsan bersama pasangan nomor satu dunia Kevin/Marcus, akan mewakili  Indonesia pada multiajang Olimpiade Tokyo 2020. (Des/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More