Sabtu 21 Desember 2019, 16:05 WIB

Syariat Islam Jadi Andalan Pariwisata Spiritual Aceh

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Syariat Islam Jadi Andalan Pariwisata Spiritual Aceh

Antara
Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Tauhid di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Aceh, Jumat (20/12/2019).

 

PENERAPAN Syariat Islam di Aceh diharapkan menjadi andalan pariwisata spiritual dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, pihaknya bangga dengan budaya dan adat, terutama syariat Islam. Bahkan syariat Islam harus menjadi andalan bagi pariwisata Aceh.

"Iya, syariat Islam justru menjadikan andalan kita, syariat Islam tidak menghambat pariwisata Aceh," kata Nova dalam dialog pembangunan pariwisata pada Forum Silaturahim Aceh Meusapat II di aula kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta Pusat, Sabtu, (21/12).

Dialog pembangunan pariwisata itu, juga menghasilkan sejumlah rumusan yang akan diterapkan dalam mengembangkan pariwisata Aceh ke depan. Di antaranya, dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder pariwisata untuk membangun ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh.

"Selain itu, pembinaan UKM dan pengembangan pariwisata juga harus dilakukan secara terintergrasi dan adanya pembinaan teknis secara itensif oleh para ahli," sebutnya.

Tak hanya itu, Aceh juga perlu memperkuat pengalaman kepada wisatawan yang berkunjung. Dalam hal itu, pengembangan desa wisata disebut merupakan solusi untuk memberikan pengalaman unik bagi wisatawan.

Sementara itu, komitmen bupati/wali kota se-Aceh juga sangat diperlukan untuk membangun pariwisata sebagai sektor unggulan menjadi leading sector pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Di samping itu juga dibutuhkan pemanfaatan dan penguatan teknologi informasi untuk pengembangan pariwisata yang mampu memberikan kemudahan bagi wisatawan dan untuk meningkatkan keterlibatan industri kreatif, akademisi, ulama dan pemerintah," terangnya.

Dia menambahkan, termasuk perbaikan dan peningkatan konektivitas, aksebilitas, dan amenitas untuk meningkatkan kualitas promosi dan publikasi atraksi pariwisata.

"Perlunya penyiapan destinasi wisata unggulan di setiap daerah melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan peningkatan kualitas SDM serta penguatan dengan pelaku pariwisata di era revolusi industri 4.0," pungkas Nova.

Turut hadir pada acara silaturahim Aceh Meusapat ini antara lain kepala SKPA terkait, mantan Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud, tokoh-tokoh Aceh di Jakarta, para pengusaha dan pelaku wisata nasional, para kadis pariwisata provinsi lainnya, dan perwakilan Dinas pariwisata kabupaten/kota se Aceh. (X-15)

Baca juga: Bupati Aceh Barat Desak Kemenag Tetapkan Ciri Paham Radikal

Baca juga: Peminat Wisata Syariah Lombok Naik

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More