Sabtu 21 Desember 2019, 13:03 WIB

Buaya Teror Warga di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

Antara | Nusantara
Buaya Teror Warga di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Ilustrasi buaya yang berkeliaran di sungai.

 

PETUGAS Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (Kalteng), Pos Sampit siaga mengantisipasi ancaman buaya menyusul kemunculan buaya yang menimbulkan kecemasan warga di beberapa bagian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Begitu ada laporan kejadian itu, langsung kami menindaklanjuti ke lapangan. Kami berupaya menangkap buaya tersebut," kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah, di Sampit, Sabtu (21/12).

Berdasarkan laporan warga, pada Selasa (17/12) sekitar pukul 24.00 WIB buaya dengan panjang sekitar 4 meter masuk ke kandang angsa milik warga di Dusun Belanti, Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Warga mendokumentasikan kemunculan buaya yang sempat terlilit jaring tersebut menggunakan kamera telepon seluler, namun tidak berani menangkapnya. Pagi harinya, buaya tersebut pergi.

Satu hari kemudian, seorang warga diserang buaya di satu sungai yang ada di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau. Desa Bangkuang Makmur dan Ganepo berseberangan, dipisahkan Sungai Mentaya yang lebarnya sekitar 500 meter.    

Pada Jumat (20/12), petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Pos Sampit berupaya menangkap buaya yang muncul di kawasan itu menggunakan jerat dengan umpan bebek, metode yang sebelumnya digunakan untuk menangkap buaya yang menyerang warga Sungai Seranggas, Kecamatan Teluk Sampit.

"Tidak ada batas waktu dalam upaya penangkapan buaya ini sampai buaya berhasil ditangkap karena sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan warga. Kami mengimbau masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sungai," kata Muriansyah.

Pada Agustus lalu, ada buaya sepanjang 2 meter lebih yang terlilit jaring ikan milik nelayan di Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Muriansyah menduga buaya menyerang ternak dan manusia karena susah mendapatkan mangsa di habitatnya. (Ant/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Septianda Perdana

Sudahi Status Darurat, Sumut Siapkan Skenario New Normal

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 31 Mei 2020, 02:10 WIB
Skenario new normal diterapkan untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan...
ANTARA

Petani di Jabar Diminta Segera Olah Lahan

👤Kristiadi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 01:15 WIB
Pemerintah Jawa Barat, jelas Uu, akan berupaya memberikan bibit secara gratis jika para petani mengalami kesulitan termasuk memberi bantuan...
Antara

PSBB Selesai, Tiga Daerah di Kalsel Siap Terapkan New Normal

👤Denny Susanto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 00:55 WIB
Kota Banjarmasin menjadi daerah zona merah dengan jumlah penderita korona terbanyak di Kalsel mencapai 404 kasus dan 60 orang diantaranya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya