Sabtu 21 Desember 2019, 12:30 WIB

Trump-Xi Bahas Perang Dagang di Sambungan Telepon

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump-Xi Bahas Perang Dagang di Sambungan Telepon

AFP/Nicolas Asfouri
Momen kebersamaan Presiden AS Donald Trump dan presiden Tiongkok Xi Jinping

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping melalui sambungan telepon. keduanya membahas penyelesaian perang dagang kedua negara.

Namun, media Tiongkok memberitakan, pembicaraan itu juga jadi sarana Xi untuk mengeluhkan keterlibatan AS di Hong Kong.

Trump dalam cicitannya menyebut Beijing sudah mulai meningkatkan pembelian barang pertanian AS, sesuai dengan kesepakatan.

Namun, dia tidak memberikan tanggal kapan perjanjian yang diberi kode 'fase satu' itu benar-benar akan ditandatangani. "Penandatanganan formal sedang diatur," kata Trump.

Xi menyambut kemajuan itu, kantor berita Xinhua melaporkan, 'fase satu' adalah resolusi parsial yang diperkirakan akan membuat Tiongkok meningkatkan impor pertanian AS dan barang-barang lainnya, sementara Washington telah menurunkan tarif besar-besaran pada impor Beijing.

Baca juga : Uni Eropa Berang, Trump Setujui Sanksi Pipa Gas Rusia-Eropa

Rincian fase satu belum dipublikasikan secara tertulis, dan para pejabat beralasan terjemahannya belum lengkap dan menyangkut persoalan legal.

Laporan Xinhua, yang tidak mengutip Xi secara langsung, mengatakan pemimpin Tiongkok memuji peran perdagangan dalam membuat kontribusi signifikan terhadap stabilitas dan pengembangan hubungan Tiongkok-AS, serta kemajuan ekonomi dunia.

Laporan tersebut mendesak upaya-upaya saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan saling menghormati martabat nasional serta kedaulatan masing-masing.

Menurut Xinhua, seruan Trump-Xi menyentuh masalah-masalah yang lebih problematik dalam hubungan antara dua kekuatan ekonomi utama dunia.

"Tiongkok mengungkapkan keprihatinan serius atas kata-kata negatif AS baru-baru ini dan tindakan terhadap isu-isu Tiongkok yang terkait dengan Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet," kata Xi dalam percakapan itu, menurut ringkasan Xinhua.

Baca juga : Pidato Kenegaraan 4 Februari akan Jadi Momen Trump Bela Diri

"Xi mencatat perilaku AS telah mencampuri urusan dalam negeri 'Negeri Panda' dan merugikan kepentingan Tiongkok, yang merugikan kepercayaan bersama dan kerja sama bilateral," kata outlet yang dikontrol negara tersebut.

Beijing berharap Washington akan menaruh perhatian besar dan mementingkan keprihatinan Tiongkok.

Dalam cuitannya, Trump hanya mengatakan ia dan Xi juga membahas masalah Korea Utara, yang menentang tekanan pimpinan AS untuk membongkar program nuklirnya yang semakin canggih. Hal lain adalah aksi prodemokrasi di Hong Kong.

Tiongkok mendapat kecaman keras di Kongres, termasuk dari partai Republik atas upayanya untuk menekan demonstran Hong Kong.

Ada juga kekhawatiran yang berkembang di Washington, baik di kalangan Demokrat dan Republik, atas penindasan massal etnis Uighur, yang sebagian besar minoritas muslim di barat laut Tiongkok. (AFP/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More