Sabtu 21 Desember 2019, 10:00 WIB

Pelindo III Gelar Mudik Gratis Nataru di NTT

Palce Amalo | Nusantara
Pelindo III Gelar Mudik Gratis Nataru di NTT

MI/Palce Amalo
Mudik gratis Pelindo III

 

PT Pelabuhan Indonesia III Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur menggelar mudik gratis untuk liburan hari raya Natal, mengunakan bus damri.

Kegiatan mudik gratis yang digelar pertama kali di Kupang itu untuk rute Kupang-Soe (Kabupaten Timor Tengah Selatan) dan Kupang-Kefa (Kabupaten Timor Tengah Utara).

"Mudik gratis dimulai 18-25 Desember 2019, tetapi untuk di Kupang disesuaikan dengan jadwal kedatangan dan keberangkatan Kapal Pelni," kata Vice President Communication PT Pelindo III Aris Aji Wiranata kepada Media Indonesia di sela-sela pelepasan mudik gratis di Pelabuhan Penumpang Tenau Kupang, Jumat (20/12) malam.

Untuk mudik gratis di Kupang, Pelondo III menyediaka lima bus masing-masing berkapasitas 24 penumpang, dilengkapi makanan ringan. Setiap pemudik mendapatkan asuransi selama perjalanan dari Kupang ke kota-kota tujuan.

Mudik gratis tersebut merupakan terobosan baru PT Pelindo III setelah sebelumnya hanya menggelar mudik gratis untuk Hari Raya Idul Fitri serta tahun baru.

Baca juga : Puncak Mudik Nataru, Tol Japek Mulai Padat Sejak Dini Hari

"Kalau minat masyarakat besar, tahun depan Pelindo III akan menambah armada," ujarnya.

Penumpang yang ikut mudik gratis datang turun dari Kapal Motor (KM) Umsini milik PT Pelni yang sandar di pelabuhan tersebut. Kapal tesebut mengangkut 1.045 pemudik dari berbagai daerah antara lain Larantuka, Lembata, Surabaya, Makassar, dan Jakarta.

Menurut Wiranata, program mudik gratis natal Pelindo III tahun ini digelar di tiga pelabuhan yakni Kupang, Surabaya, dan Semarang dengan menyedikan total 20.000 kursi bus gratis.

Sedangkan di Kupang, Pelindo III akan melayani mudik gratis penumpang yang diangkut delapan kapal Pelni termasuk KM Umsini. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More