Sabtu 21 Desember 2019, 08:00 WIB

Masuk Musim Tanam, Petrokimina Gresik Siapkan 887.603 Ton Pupuk

Supardi Rasban | Nusantara
Masuk Musim Tanam, Petrokimina Gresik Siapkan 887.603 Ton Pupuk

MI/Supardji Rasban
Direktur Keuangan, SDM dan Umum Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo (tengah) saat sosialisasi S`iaga Musim Tanam

 

MEMASUKI musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2019-2020, Petrokimia Gresik, Jawa Tengah, perusahaan penyedia solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 887.603 ton.

Stok tersebut 2-3 kali lipat lebih banyak dari ketentuan stok minimum pemerintah (330.711 ton). Rinciannya, pupuk Urea 70.411 ton, ZA 131.063 ton, SP-36 199.470 ton, NPK Phonska 459.000 ton dan organik Petroganik 27.659 ton.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia & Umum Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo saat sosilaisasi Siaga Musim Tanam kepada distributor Kabupaten Tegal dan sekitarnya di Tegal, Jumat (20/12).

"Terutama di daerah yang alokasinya besar dan menjadi sentra produksi beras," ujar Dwi Ary.

Dwi Ary menyebut untuk penyaluran pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47/2018 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019.

"Dalam Permentan tersebut, alokasi pupuk bersubsidi 2019 yang harus disalurkan oleh holding Pupuk Indonesia adalah 8,87 juta ton. Dari angka itu, Petrokimia Gresik mendapatkan alokasi atau kewajiban pernyaluran sebesar 5,24 juta ton," jelasnya.

Baca juga ; Tegal Terima DIPA Rp695,7 M dan Siap Bersinergi dengan Provinsi

Hingga saat ini kata Dwi Ary, Petrokimia Gresik telah menyalurkan 4,72 juta ton atau 90% dari alokasi 5,24 juta ton tersebut. Untuk Kabupaten Tegal, Petrokimia Gresik telah menyalurkan 16.409 ton dari alokasi 18.081 ton (91%). Sedangkan Kabupaten Brebes 33.807 ton dari alokasi 33.950 ton (99,6%).

Menurut dia, stok sebesar 2.588 ton (untuk Pupuk Urea) menjadi tanggung jawab Pupuk Sriwijaya dan Petroganik serta Pupul kaltim.

"Sedangkan stok sebanyak 1.551 ton atau dua kali lipat dari stok ketentuan minimum, yakni 780 ton (untuk Pupuk Urea) menjadi tanggung jawab Pupuk Sriwidjaja dan Petroganik menjadi tanggung jawab Pupuk Kalimantan Timur," jelasnya.

Dwi Ary memaparkan untuk pendistribusian, Petrokimia Gresik dan produsen pupuk lain di bawah holding Pupuk Indonesia, berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Dia mengingatkan yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Untuk penyalurannya, Petrokimia Gresik berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More