Sabtu 21 Desember 2019, 07:40 WIB

Satu Piala Pelengkap untuk Liverpool

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Satu Piala Pelengkap untuk Liverpool

MI/Seno
Dewan Redaksi Media Group, Suryopratomo

 

PENGALAMAN pahit 38 tahun lalu masih begitu membekas. Sebagai juara Piala Champions, Kenny Dalglish dan kawan-kawan datang ke Tokyo, Jepang, dengan penuh optimisme untuk melengkapi jajaran piala kemenangan di Anfield. Tinggal satu piala yang belum pernah mereka rebut, yakni Piala Interkontinental yang merupakan simbol klub terbaik di dunia.

'Tim Merah' yang begitu ditakuti di Inggris ataupun Eropa itu ternyata bukan klub terbaik di dunia. Zico dan kawan-kawan memberi pelajaran yang sangat berharga kepada mereka. Dengan dua gol yang dicetak Nunez dan satu disumbangkan Adilio, Liverpool dipaksa menyerah 0-3 oleh Flamengo.

Dini hari nanti, kedua klub akan kembali bertemu di final Kejuaraan Dunia Antarklub di Qatar. Liverpool  sebagai juara Eropa melaju ke laga final setelah mengalahkan juara Concacaf, Monterrey, 2-1, sedangkan Flamengo menundukkan juara Asia, Al Hilal, 3-1.

Sumber: AFP

 

Pelatih Juergen Klopp menyadari tugas yang dipikulnya, yakni melengkapi jajaran piala yang pernah diraih Liverpool. Ia menjanjikan 'Tim Merah' asuhannya akan berbeda dengan tim Bob Paisley 38 tahun yang lalu.

"Saya tentu sangat menghormati Flamengo. Namun, kami akan melakukan yang terbaik dan semoga semua bisa berjalan seperti yang diharapkan," kata pelatih Liverpool asal Jerman itu.

Klopp melihat dua hal yang membuat Flamengo pantas untuk diwaspadai. Pertama, kualitas pemain di klub asal Brasil itu yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki teknik sepak bola yang tinggi. Kedua, pelatih Jorge Jesus yang sukses sebagai pelatih, baik di negaranya, Portugal, maupun di Brasil.

"Tanpa pelatih Jorge Jesus, para pemain Flamengo sangat berbahaya. Apalagi, sekarang mereka ditangani oleh pelatih yang tahu sepak bola Eropa dan sangat berpengalaman," ujar Klopp.

 

Berharap pulih

Untuk itulah Klopp berharap agar semua pemainnya siap untuk merumput. Saat menghadapi Monterrey, Liverpool harus kehilangan center back Virgil van Dijk yang sakit. Rekan senegara Van Dijk asal Belanda, Georginio Wijnaldum, terpaksa juga absen karena belum pulih dari cedera pangkal paha.

Klopp terpaksa menarik mundur kapten kesebelasan Jordan Henderson untuk menjaga jantung pertahanan bersama Joe Gomez. Lapangan tengah akhirnya diisi oleh Naby Keita, Adam Lallana, dan Alex Oxlane-Chamberlain.

Pada pertandingan final nanti, Klopp tak hanya berharap Van Dijk sudah bisa bermain, tetapi bek kanan Trent Alexander-Arnold juga siap untuk diturunkan.

AFP/Paul ELLIS

Defender Liverpool asal Belanda,Virgil van Dijk.

 

Sementara di barisan depan, pelatih yang kini berusia 52 tahun itu diprediksi akan mengandalkan trio terbaiknya, yaitu Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah untuk mengoyak gawang lawan.

Dengan Van Dijk kembali bisa memperkuat barisan pertahanan, Henderson bisa kembali menjalankan peran sebagai pengatur serangan. Apalagi jika Wijnaldum sudah bisa penuh bermain, Liverpool akan mempunyai lapangan tengah yang tangguh untuk mengendalikan sepak bola indah yang dimainkan para pemain Flamengo.

Flamengo, klub kebanggaan masyarakat Rio de Janeiro, Brasil, merupakan tim yang mempunyai sejarah panjang. Mereka hanya terpaut tiga tahun dari Liverpool yang didirikan 127 tahun yang lalu. Dengan sejarah yang panjang itu, tidak mengherankan apabila banyak pemain besar yang dilahirkan Flamengo.

Dua bek sayap Flamengo sekarang ini sudah malang melintang di Liga Eropa. Bek kanan Rafinha hampir delapan musim bermain di Bayern Muenchen. Adapun bek kiri Filipe Lus lama bermain di Liga Eropa memperkuat Deportivo La Coruna dan Atletico Madrid.

Ujung tombak Flamengo, Gabriel Barbosa, juga merupakan pemain Internazionale Milan. Pemain yang dijuluki Gabigol karena produktivitasnya itu dipinjamkan sementara oleh Inter ke Flamengo.

 

Gaya samba

Pada pertandingan final nanti, Liverpool memiliki keunggulan dalam kecepatan. Mereka selalu bermain agresif karena memiliki dua bek sayap yang aktif dalam menyerang. Bahkan, baik Andy Robertson maupun Alexander-Arnold mempunyai kemampuan untuk mencetak gol.

Hal yang sama diperlihatkan tiga gelandang the Reds. Baik Henderson maupun Wijnaldum mampu menjadi second striker yang bisa mengancam gawang lawan.

Dengan semua pemain memiliki kemampuan mencetak gol, Liverpool pantas untuk diunggulkan. Hanya saja, mereka harus hati-hati karena lawan yang dihadapi nanti merupakan tim yang matang. Mereka mampu memainkan tempo permainan untuk merusak kecepatan Liverpool.

Gaya samba yang dimainkan Flamengo bisa menjadi ancaman bagi the Reds. Permainan dari kaki ke kaki sering membuat gaya Inggris tidak bisa berjalan. Itulah yang bisa membuat para pemain Liverpool frustrasi.

Wajarlah apabila malam ini Tim Merah sangat berharap peran Firmino. Sebagai pemain asal Brasil, ia paham bagaimana mengendalikan gaya samba.

Satu lagi yang sebenarnya diharapkan Klopp bisa memgimbangi gaya permainan Flamengo yaitu Fabinho. Sayang gelandang bertahan asal Brasil ini harus istirahat hingga awal tahun depan menyusul cedera engkel yang dialami saat menghadapi Napoli di Liga Champions.

Absennya Fabinho merupakan pukulan berat bagi Liverpool. Pilihan Klopp tinggal menarik Henderson untuk bermain lebih dalam dan menugaskan pemain senior James Milner membantu serangan. Atau Liverpool memainkan Adam Lallana atau Naby Keita mengisi tempat Fabinho.

Dengan memainkan pola 4-2-3-1, Flamengo mampu menyeimbangkan antara bertahan dan menyerang. Willian Arao dan Gerson merupakan dua gelandang pekerja yang bertugas merusak permainan Liverpool. Adapun trio Everton Ribeiro, Giorgia De Arrascaeta, dan Bruno Henrique bertugas mengalirkan bola untuk Gabigol.

AFP/Giuseppe CACACE

Sriker Andalan Flamengo, Gabriel Barbosa.

 

Tugas berat dipikul Rafinha dan Felipe Luiz terutama dalam menjaga Mane dan Salah. Kedua penyerang sayap Liverpool itu tak hanya cerdas, tetapi juga begitu licin untuk dijaga. Sedikit saja Rafinha dan Felipe Luis lengah, keduanya bisa menjadi ancaman bagi kiper Flamengo, Diego Alves.

Peran dua centre-back Rodrigo Caio dan Pablo Mari sangat penting khususnya dalam mengingatkan rekan-rekannya dalam mengawal pergerakan para pemain Liverpool. Hal itu karena serangan yang dilakukan the Reds sangat bervariatif, baik melalui sayap maupun wallpass yang begitu cepat langsung ke jantung pertahanan.

Sepanjang musim kali ini baru Napoli yang bisa menundukkan Liverpool. Di ajang Piala Carabao, the Reds memang dipaksa menyerah 0-5 oleh Aston Villa. Namun, Klopp sepertinya sengaja melepas ajang itu karena ingin berkonsentrasi untuk melengkapi sejarah Liverpool dengan menjadi klub terbaik di dunia.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More