Jumat 20 Desember 2019, 23:50 WIB

Pasar Saham tidak akan Terganggu Isu Pemakzulan Trump

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pasar Saham tidak akan Terganggu Isu Pemakzulan Trump

AFP
Pasar Saham tidak akan Terganggu Isu Pemakzulan Trump

 

PEKAN ini pasar saham AS sempat khawatir menyusul berita impeachment Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Diketahui bahwa Ketua DPR Nancy Pelosi telah meluncurkan penyelidikan impeachment secara resmi pada September.

DPR yang dikuasai Partai Demokrat, memutuskan untuk memakzulkan Trump karena penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres dalam melakukan penyidikan. Trump akan menjadi presiden ketiga yang didakwa dengan kejahatan tingkat tinggi.

Pelaku pasar di Wall Street diperkirakan akan mengabaikan berita pemakzulan itu karena kemungkinan pencopotan Trump di persidangan Senat yang dikuasai Parta Republik sangat rendah.

Kesepakatan fase 1 antara AS-Tiongkok tidak terlalu direspons positif oleh pelaku pasar. Hal ini tidak lepasa kerna yang benar-benar terjadi adalah penundaan pengenaan tarif, pemotongan tarif (tarif impor dari Tiongkok senilai US$120 miliar akan dipangkas kembali menjadi 7,5% dari 15%).


Baca juga: Jangan Tinggalkan Pasar Domestik


AS juga tetap akan mempertahankan retribusi 25% untuk barang-barang senilai US$250 miliar. Padahal keinginan Tiongkok adalah adanya penghapusan tarif.

Pelaku pasar keuangan dunia juga berharap penghapusan tariff yang sudah berlaku untuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dunia yang terus melambat semenjak perang dagang kedua Negara.

Perundingan mungkin tidak optimal kerena AS lebih fokus pada penyelesaian kesepakatan perdagangan dengan Meksiko dan Kanada. Tetapi kesepakatan fase 1 ini menghilangkan kekawatiran Pasar menjelang kenaikan tarif 15 Desember 2019.

"Kami perkirakan IHSG pekan akhir tahun berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 6.219 sampai 6.139 dan resistance di level 6.287 sampai 6.300," ujar Hans Kwee, Direktur PT. Anugerah Mega Investama, melalui rilis yang diterima, Jumat (20/12). (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More