Jumat 20 Desember 2019, 22:25 WIB

BNPT dan BSSN Kerja Sama Pengamanan Siber dari Ancaman Teroris

BNPT dan BSSN Kerja Sama Pengamanan Siber dari Ancaman Teroris

Ist
BNPT dan BSSN Kerja Sama Pengamanan Siber dari Ancaman Teroris

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan kerja sama pengamanan dunia siber dari ancaman serangan teroris.

Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Pol Suhardi Alius, Jumat (20/12), mengatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dunia siber saat ini bisa menjadi pedang bermata dua.

Di satu sisi perkembangan ini dapat membuka peluang ekonomi baru di dunia digital. Namun, kata dia, di sisi lain juga dimanfaatkan oleh para pelaku aksi terorisme untuk melancarkan aksi mereka hingga menyebarkan paham mereka.  

"Jadi, hari ini kami mengadakan penandatangan MoU (nota kesepahaman) antara BNPT dan BSSN sekaligus perjanjian kerja sama antara Deputi II BNPT dan Deputi Identifikasi BSSN," kata Kepala BNPT.      

Suhardi mengatakan, pihaknya memerlukan kerja sama dengan BSSN karena gerakan radikal terorisme saat ini telah menggunakan ruang siber untuk menyebarkan pemahaman mereka.

Ia mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan bantuan BSSN untuk melakukan identifikasi dan mencari solusi bersama untuk mengatasi ancaman terorisme di ruang siber.

"Kami butuh bantuan dari BSSN pada khususnya untuk mengidentifikasi dan mencari solusi bersama terkait dengan masalah di dunia siber. Hal ini mengingat BSSN adalah lembaga negara yang bertanggung jawab untuk keamanan ruang siber ini," kata mantan Kabareskrim Polri itu.

BSSN, menurut Suhardi, memiliki peran yang signifikan terkait dengan keamanan ruang siber, salah satu tugasnya itu berhubungan dengan BNPT, yakni terkait dengan menangkal terorisme di dunia siber.


Baca juga: Ini Harta Dewas KPK: Tumpak, Harjono, Albertina, dan Artidjo


Mantan Sestama Lemhanas itu menilai BSSN memiliki peran yang sangat signifikan. Oleh sebab itu, pihaknya ingin bekerja sama supaya mentransfer informasi, mentransfer pengetahuan, kompetensi, dan lain sebagainya.

Hal ini, lanjut dia, karena BSSN juga mengurusi masalah infrastruktur siber dan teknologinya, salah satunya itu berhubungan dengan BNPT untuk counter terorisme di dunia siber.

Selain dengan BSSN, kata Suhardi, BNPT juga memiliki kerja sama penganggulangan terorisme di dunia maya dengan Kemenkominfo, khususnya terkait dengan penutupan akun. Dalam hal ini BSSN adalah leading sector dalam pengamanan infrastruktur siber dari serangan teroris.  

"Kami telah melakukan sharing informasi. Akan tetapi, untuk penutupan akun itu ranahnya Kemenkominfo, kami ada task force di situ dan leading-nya adalah Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi)," kata Suhardi.

Sementara itu, Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian, mengatakan bahwa infrastruktur kritikal bisa saja menjadi target serangan teroris.

"Sebagian data tentang terorisme itu sebenarnya sudah dikerjasamakan, dan hari ini diresmikan secara legal. Salah satu yang menjadi fokus kami adalah ancaman serangan terhadap infrastruktur siber kita yang kritikal," katanya.

Kepala BSSN menjelaskan bahwa sistem infrastruktur kritikal adalah semua objek vital nasional yang berbasis elektronik dan tersambung dengan internet. Hal itu bisa saja jadi menjadi target serangan teroris.

Hinsa menyampaikan bahwa selain infrastruktur kritikal, potensi ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah penyebaran radikalisme di ruang siber. Untuk itu, BSSN menjalin kerja sama dengan BNPT.

Selain mengamankan infrastruktur kritikal, pihaknya juga mewaspadai cepatnya persebaran informasi di internet yang bisa saja digunakan untuk mempercepat proses indoktrinasi seseorang terhadap radikalisme dan terorisme melalui internet.   

"Di situlah kami nanti sharing informasi, berbagi pengetahuan dan keterampilan di bidang siber juga dengan rekan-rekan di BNPT," kata Hinsa. (OL-1)

Baca Juga

istimewa

Sri Sultan Minta Kepastian Soal Kepulangan Pemudik

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:15 WIB
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta segera ada keputusan pemerintah mengenai para...
MI/Susanto

Polri Harus Tindak Tegas Penyebar Hoaks soal Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:08 WIB
Tidak hanya mengamankan lingkungan dan membubarkan kerumunan. Polri juga diminta tegas menindak penyebar hoaks terkait covid-19 yang...
Dok. Kemendagri

Jadwal Tunda Pilkada Serentak Ditentukan Usai Pandemi Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:44 WIB
Tito menegaskan, pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum dam DPR RI akan menentukam jadwal tunda pelaksanaan Pilkada Serentak di 270 daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya