Jumat 20 Desember 2019, 10:09 WIB

Menteri Siti Nurbaya : Manggala Agni Harus Diperjuangkan Jadi PNS

Deri Dahuri | Humaniora
Menteri Siti Nurbaya : Manggala Agni Harus Diperjuangkan Jadi PNS

Istimewa/KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya (kedua dari kanan) memberi penghargaan kepada anggota Manggala Agni di Jakarta, Kamis (19/12).

 

BRIGADE Manggala Agni selalu menjadi telah menjadi garda terdepan dengan berjibaku dan bertaruh nyawa dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dengan  jasa, pengabdian, dan keberanian brigade Manggala Agni, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebut mereka sebagai patriot Indonesia.

"Saya sengaja mengundang pasukan Manggala Agni dari seluruh Indonesia, untuk menyampaikan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasinya,” ujar Menteri LHK  Siti Nurbaya Bakar saat membuka Rapat Koordinasi Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Daerah Operasi (Daops), di Jakarta, Kamis, (19/12).

“Saya mau nangis rasanya mengingat masa-masa sulit yang kita hadapi di lapangan pada 2015 dan juga pada 2019. Meski 2019 tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan  2015. Namun dalam pergumulan politik dan interaksi publiknya pada  2019 cukup berat," kata Siti Nurbaya.

Dalam Rakor tersebut , bertujuan untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan catatan langsung untuk perbaikan penanganan Karhutla di tingkat tapak atau dasar.

Menteri LHK menegaskan bahwa karhutla bukanlah persoalan yang bisa diselesaikan sebatas laporan di atas meja atau saling klaim data di ruang publik, tapi yang terpenting adalah kerja nyata di lapangan terutama kerja keras angggota Brigade Manggala Agni.

"Karena itu, Anda semua Manggala Agni, sangat pantas disebut Patriot. Arti patriot, yaitu cinta kepada bangsa dan negara lebih dari dari dirinya sendiri, rela berkorban jiwa raga, bahkan harta benda bagi negara. Kerja keras luar biasa. Anda semua menjaga keharuman nama Bangsa. Itulah patriot. Bukan sebaliknya, memakai data ngarang untuk menjatuhkan nama Bangsa," tegas  Siti Nurbaya.

Menteri Siti mengaku setiap hari mengikuti kerja keras dan pengorbanan Manggala Agni berjibaku dalam mengendalikan titik apiyang jumlahnya tak sedikit. Karena itu, KLHK akan memberi perhatian serius untuk  memperjuangkan status kepegawaian anggta Manggala Agni.

"Saya telah berkomunikasi dan meminta perhatian dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Nengara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN dan RB)  agar Manggala Agni   ini bisa menjadi jabatan fungsional pegawai negeri sipil (PNS) seperti polisi kehutanan atau penyuluh ekosistem,” papar Menteri LHK.

“Saat ini terdapat  1.875 personel Manggala Agni di seluruh Indonesia. Pak Sekjen KLHK (Bambang Hendroyono ) sedang mempersiapkan itu, dan saya minta bulan Januari sudah harus ada berita yang pasti soal ini," tegas Menteri Siti.

Solid dan tetap waspada

Tak lupa Siti Nurbaya meminta seluruh jajaran, khususnya Manggala Agni, untuk semakin solid dengan belajar dari pengalaman panjang  dalam menangani karhutla.

 Kendati prakiraan cuaca dari Badan Meteorlogi,  Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),  kondisi cuaca pada 2020 tidak sepanas tahun sebelumnya, Menteri LHK tetap meminta semua pihak tetap waspada. “Terutama pada daerah gambut yang berat, daerah rawan yang terisolasi, lokasi yang jauh dari sumber air, serta masalah lainnya yang cukup kompleks.”

Pada Februari 2020, menurut Siti Nurbaya,  eberapa wilayah yang harus tetap diwaspadai kemungkinan munculnya hospots antara lain di wilayah Sumatera bagian utara seperti Provinsi Riau, Aceh, dan Sumatera Utara. “Saya minta ini kita ikuti terus. Hal penting lainnya adalah ikuti datanya, termasuk data yang tidak valid dan tidak obyektif," tegasnya.

Di sisi lain, Menteri LHK mengingatkan bahwa  jika terdapat pemberitaan yang tidak objektif dan dengan data yang tidak valid,  hal tersebut harus dilawan. Karena, hal tersebut dapat mengganggu psikologi politik masyarakat.

"Kalau ada berita yang ngarang, tidak obyektif, harus dilawan, harus dilawan, harus dilawan. Harus ada yang menyampaikan optimisme, dan kita harus terus konsisten bekerja untuk Indonesia," tegas Menteri Siti.

Dalam Rakor yang dihadiri  Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Brostestes Panjaitan, serta pimpinan tinggi madya dan pratama, Siti Nurbaya menguacapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu  pengendalian Karhutla.

Saat ini brigade Manggala Agni KLHK  tersebar di 11 Provinsi di Indonesia, dari wilayah Sumatera hingga Sulawesi yang merupakan provinsi rawan karhutla dengan jumlah sebanyak  34  daerah operasi (daops). Terdapat juga Manggala Agni non-daops yang juga tersebar di seluruh Indonesia.  (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More