Jumat 20 Desember 2019, 07:20 WIB

Rakyat Amerika Menjadi Kunci

Melalusa Susthira K | Internasional
Rakyat Amerika Menjadi Kunci

AFP/GETTY IMAGES/SCOTT OLSON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan podium seusai menyampaikan pidato di depan sekitar 7.000 pendukungnya di Battle Creek.

 

SERAYA mengecam hasil putusan sidang pemakzulan yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat AS Rabu (18/12/2019) malam waktu setempat, Presiden Donald Trump berkeyakinan anggota Partai Republik di Senat akan menyelamatkan dirinya agar tidak dipecat sebagai presiden.

"Pemakzulan ini sepihak dan tidak berdasarkan hukum. Ini bunuh diri bagi Demokrat," kata Trump berapi-api di depan pendukungnya saat kampanye pemilihan presiden di Michigan, Rabu malam.

Trump, 73, menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan DPR setelah lembaga itu sepakat menilai Trump telah menyalahgunakan kekuasaan dengan menekan pemerintah Ukraina dan menghalangi upaya penyelidikan Kongres (lihat grafik).

Pada pemungutan suara sesi pertama, Kongres memutus memakzulkan Trump dengan suara 230 berbanding 197. Pada sesi kedua, sebanyak 229 anggota DPR AS sepakat Trump telah menghalangi upaya Kongres dan 198 lainnya memilih tidak sepakat.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengesahkan hasil dua sesi tersebut untuk menjadi dasar sidang pemakzulan Trump di Senat yang didominasi Partai Republik, Januari 2020.

Gedung Putih mengatakan pihaknya optimistis Senat akan membuktikan Trump tidak bersalah dalam persidangan setelah DPR memakzulkan Trump atas penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres.

Trump diduga menyalahgunakan kekuasaan karena menekan Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, calon presiden dari Demokrat yang akan menjadi pesaing utama sang petahana.

Tidak hanya itu, Trump juga diduga menyebarkan kabar bahwa Demokrat bersekongkol dengan Ukraina ikut campur pada Pemilu 2016. Partai Demokrat mengatakan Trump menahan dana bantuan keamanan senilai US$391 juta bagi Ukraina untuk memerangi kelompok separatis dukungan Rusia. Trump pun memaksa Kiev ikut campur dalam Pemilu 2020 dengan menyelidiki Biden.

Dalam 243 tahun sejarah AS, belum ada presiden dicopot dari jabatannya lewat pemakzulan. Pasalnya, pemakzulan presiden membutuhkan dua pertiga suara mayoritas dari 100 anggota Senat.

Senat terdiri atas 53 Republikan, 45 Demokrat, dan dua wakil independen yang bersekutu dengan Demokrat. Setidaknya, 20 anggota Republik harus bergabung dengan Demokrat dan dua wakil independen untuk mendepak Trump dari kursi kepresidenan.

Sumber: AFP

 

Tekan Republik

Pengamat hukum internasional UI, Hikmahanto Juwana, menilai pemakzulan Trump akan mentah di Senat. Pasalnya, memakzulkan presiden membutuhkan dukungan mayoritas Senat yang dikuasai Republik, partai pendukung Trump.

"Kalau kurang, removal itu tidak terjadi dan Trump tetap menjabat. Sidang Senat dipimpin Ketua MA dan peran senator seperti layaknya juri," ujar Hikmahanto.

Demokrat mengetahui usaha melengserkan Trump akan sulit sehingga perlu merangkul publik AS sebagai kunci menekan Republik.

"Meyakinkan rakyat AS bahwa it's time to let him go sehingga Demokrat juga bisa meminta senator Republik membuka jubahnya sebagai partai. Kalau terjadi, seluruh pemimpin dunia senang karena situasi AS kembali normal," tandas Hikmahanto.

Bagi Indonesia, pemakzulan Trump tidak berdampak signifikan pada perekonomian. Meskipun demikian, Indonesia tetap perlu waspada mengingat AS merupakan negara ekonomi terbesar di dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan sampai akhir tahun. Terlebih, pada Desember ada perayaan Natal dan Tahun Baru yang memberikan dampak positif melalui penerimaan pajak perdagangan. (Hym/Pol/Gol/Ifa/Pra/Why/Ant//X-10)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More