Kamis 19 Desember 2019, 22:12 WIB

Menteri LHK Ingatkan Potensi Karhutla Masih Ada

Indriyani Astuti | Humaniora
Menteri LHK Ingatkan Potensi Karhutla Masih Ada

Antara/Jojon
Personel Manggala Agni melakukan pemadaman Karhutla

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi iklim saat kemarau pada 2020 tidak akan sepanas 2019. Namun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta seluruh pihak untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menyebut potensi karhutla masih ada, ditambah dengan kendala-kendala di lapangan seperti pada area gambut.

"Lalu daerah yang terisolasi, sumur bor sebagai sumber untuk memadamkan api yang menyulitkan apabila terjadi karhutla," katanya dalam pertemuan koordinasi para jajaran KLHK dan Manggala Agni.

Peran Manggala Agni dalam pengendalian karhutla, lanjut Siti, sangat strategis. Ia pun menilai Manggala Agni sebagai patriot yang mempertaruhkan reputasi dan harga diri bangsa.

Baca juga : Pemda Muba Sebar Alat Pemadam di Daerah Rawan Karhutla

"Kerja keras luar biasa kepada bangsa dan negara, untuk menjaga kehormatan negara dan keharuman nama bangsa," ujarnya.

Sebagai apresiasi, KLHK bersama-sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, berencana menjadikan profesi Manggala Agni sebagai Jabatan Fungsional di Pegawai Negeri Sipil seperti Polisi Kehutanan (Polhut) atau Pengendali Ekosistem Hutan (PEH).

Saat ini terdapat 1.875 personil Manggala Agni yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia dari wilayah Sumatera hingga Sulawesi yang merupakan provinsi rawan karhutla dengan jumlah sebanyak 34 Daops.

Terdapat juga Manggala Agni non Daops yang tersebar di seluruh Indonesia. Manggala Agni bertugas melakukan pengendalian karhutla mulai dari pencegahan, pemadaman, dan penanganan paska kebakaran. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More