Kamis 19 Desember 2019, 21:38 WIB

Pupuk Kaltim Optimalkan Gudang Anti Korosi

Lina Herlina | Ekonomi
Pupuk Kaltim Optimalkan Gudang Anti Korosi

MI/Lina Herlina
PT Pupuk Kaltim, mengoptimalkan gudangnya dengan teknologi modern anti korosi.

 

SEBAGAI upaya mengamankan distribusi pupuk bersubsidi di Sulawesi, PT Pupuk Kaltim, mengoptimalkan gudangnya dengan teknologi modern anti korosi.

Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Bakir Pasaman mengatakan, gudang di Pattene tersebut memiliki kapasitas daya tampung curah mencapai 100 ribu ton dan kapasitas inbag atau hasil produksi sebesar 25 ribu ton.

Gudang ini dilengkapi dengan enam unit bagging machine (MBS) yang memiliki kemampuan pengantongan per shift atau setiap 8 jam, mencapai 500 ton per unitnya. Jumlah tenaga kerja per MBS sebanyak empat orang pekerja.

"Dengan demikian, pengantongan pupuk bisa lebih cepat dan efisien. Sehingga kami bisa terus menjaga ketersediaan pupuk di tingkat-tingkat kios pengecer resmi atau biasa disebut lini IV," ujar Bakir.

Terpisah, Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim, Gatoet Gembiro Noegroho menambahkan, dari segi keamanan, gudang ini memiliki tingkat pengawasan yang ketat guna mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan. Sebab, pengawasan penimbangan produk pupuk pada gudang ini dilengkapi dengan alat check weigher yang memiliki lampu indikator dan sistem interlock pada masing-masing mesin MBS.

Selain itu, perhitungan jumlah produksi pun dilakukan hingga empat kali lewat tahapan pengisiaan, barcoding, check weigher serta melalui lampu counter check yang berada di atas konveyor.

"Jika lampu indikator nyala berwarna merah menyala, maka menandakan bahwa jumlah berat tidak sesuai dan pengangkatan karung pun otomatis terhenti," ungkap Gatoet disela kunjungan kerja bersama Komisi IV dan Komisi VI DPR RI ke Sulawesi Selatan, Kamis (19/12).

Tidak hanya itu, gudang yang memiliki luas lahan parkir untuk menampung hingga 60 unit truk angkut ini juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan keamanan terpadu selama 24 jam.

"Ini gudang pertama di Indonesia yang memiliki teknologi anti korosi. Jadi selain pupuk, juga bisa dipakai untuk jenis biji-bijian seperti
jagung, kedelai, dan kacang-kacangan hasil bumi lainnya," ujar Gatoet.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menuturkan, sudah menjadi tugas dan komitmen Pupuk Indonesia Grup untuk senantiasa menjaga ketersediaan, mutu dan kualitas pupuk bersubsidi bagi para petani dengan mengutamakan prinsip enam tepat atau 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

"Untuk itu, maka kami pun menunjangnya dengan sarana dan prasarana yang berteknologi mutakhir mulai dari proses produksi, distribusi hingga monitoring," tutup Aas. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More