Jumat 20 Desember 2019, 02:55 WIB

RI Garap Infrastruktur di Tanzania

RI Garap Infrastruktur di Tanzania

ANTARA
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan

 

MENTERI Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan memimpin Satgas Infrastruktur RI ke Afrika didampingi Prof Ratlan Pardede, Dubes RI Dar Es Salaam dan Desra Percaya, Dirjen Aspasaf Kementerian Luar Negeri, serta sejumlah Direksi BUMN.

Kunjungan bertujuan untuk dorong sejumlah kerja sama potensial antara Indonesia dan Tanzania di bidang infrastruktur, energi, mineral dan perdagangan khususnya sebagai tindak lanjut Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) bulan Agustus 2019 dan kunjungan Menteri BUMN RI dengan sejumlah Dirut BUMN pada September 2019.

Di Dar Es Salaam, Menko Luhut bertemu sejumlah pejabat tinggi Tanzania yaitu Menteri Negara urusan Investasi Tanzania, Menteri Pekerjaan Umum dan Wakil Menteri Pertambangan Tanzania.

Dalam pertemuan Menkomarves dan Menteri Negara urusan Investasi Tanzania, Hon Angela Karuki di Dar Es Salaam, kedua Menteri mendorong kerja sama investasi yang saling menguntungkan.

“Saya mewakili Presiden Magufuli mengundang Indonesia menjalin kerja sama di berbagai sektor potensial antara lain di sektor kelapa sawit, perikanan pariwisata, kelapa, dan batu mulia di Tanzania,” jelas Kairuki.

Pemerintah Tanzania juga menawarkan kerja sama bidang infrastruktur dan konektivitas. BUMN Indonesia diharapkan membagi pengalamannya dan berpartisipasi dalam pembangunan Tanzania menuju negara industri.

Menkomarves juga menyaksikan 3 MoU (kerja sama), yakni WIKA dengan National Service Cooperation Sole (SUMAJKT), WIKA dengan Commonwealth Investment Company Limited (CICL) Tanzania pada pembangunan hotel bintang lima di Dodoma senilai US$33 juta dan MoU antara TIMAH dengan STAMICO (State Mining Corporation) Tanzania untuk kerja sama pertambangan emas, timah, bijih besi dan fosfat.(RO/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More