Kamis 19 Desember 2019, 23:40 WIB

RSCM Genap Satu Abad

RSCM Genap Satu Abad

MI/Pius Erlangga
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo

 

RUMAH Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo genap berusia 100 tahun atau satu abad, pada 22 Desember 2019. Sebagai RS tertua di Tanah Air, RSCM bertekad terus mengukir karya dan meraih prestasi  guna memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti di Jakarta menyampaikan, nama RSCM diambil dari nama dokter sekaligus pahlawan nasional yang berjasa karena pengabdiannya pada masyarakat.

Semangat pengabdian itu, kata Lies, yang terus ditanamkan pada seluruh staf rumah sakit yang kini memiliki 600 dokter terdiri dari dokter umum, spesialis, dan subspesialis itu.

Ia menyampaikan, dalam melakukan pelayanan RSCM selalu berpedoman pada panduan praktik klinis dan clinical pathway sehingga penanganan untuk pasien selalu berbasis data ilmiah dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran. “Sebagai pusat rujukan nasional, RSCM terbuka dalam menerima masukan dari masyarakat,” serunya di Jakarta, Kamis (19/12).

Pihaknya kini membuat alur yang lebih efisien untuk mengatasi panjangnya proses rujukan. Untuk mengurangi antrean dari daerah, lanjutnya, sarana, prasarana dan kompetensi dokter pada RS yang diampu RSCM terus diperkuat. “Caranya dengan memperbanyak peserta didik yakni para dokter untuk memperkuat RS  di daerah. Jadi, yang ditangani di dalam (RSUPN) orang-orang yang sudah berat (sakitnya),” terangnya.

RSCM juga memanfaatkan bantuan teknologi untuk itu. Lies menyontohkan, operasi jantung di RSUD Soekarno, Kepulauan Bangka Belitung, yang kini bisa dilakukan lewat video conference dari RSCM.

Ketua Panitia Hut ke-100 RSCM dr Ratna Dwi Astuti SpTHT(K) menambahkan, puncak peringatan HUT RSCM yang ke-100 tahun akan diadakan di Istora Senayan, Jakarta, pada 21-22 Desember 2019.

“Acara terbuka untuk umum. Ada seminar dan pameran bertema “life cycle, juga deteksi dini penyakit seperti kanker  serviks hingga periksa kesehatan kulit.” (Ind/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More