Kamis 19 Desember 2019, 19:00 WIB

Pemkab Dharmasraya Pastikan Warga Junjung Tinggi Toleransi

Antara | Nusantara
Pemkab Dharmasraya Pastikan Warga Junjung Tinggi Toleransi

MI/Yose Hendra
Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2019 di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, diwarnai penampilan pakaian adat Nusantara.

 

PEMERINTAH Kabupaten Dharmasraya mengklaim masyarakat kawasan itu menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

"Buktinya di beberapa titik perayaan Natal akan dilaksanakan, kalau memang ada larangan tentu semuanya kami larang. Masyarakat Dharmasraya menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya Budi Waluyo, Kamis (19/12).

Dia mengatakan, tidak ada larangan perayaan Natal di Jorong Kampung Baru, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung dan pemerintah setempat secara resmi tidak pernah mengeluarkan larangan terhadap warga untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing masing.

Ia mengatakan pemerintah setempat menghargai kesepakatan antara tokoh masyarakat Nagari Sikabau dan umat Kristen di Jorong Kampung Baru.

Dalam kesepakatan tersebut, lanjut dia kedua belah pihak bersepakat dengan tidak adanya larangan melakukan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing di rumah masing-masing.

Namun jika harus melaksanakan ibadah yang sifatnya berjamaah atau mendatangkan jemaah dari tempat lain, harus dilakukan di tempat ibadah yang resmi.

"Kita berupaya menghindari terjadinya konflik horizontal antara pemeluk Kristiani dengan ninik mamak Nagari Sikabau, sebagaimana pernah terjadi 1999, karena kalau ini terjadi akan merugikan kedua belah pihak," katanya. (X-15)

Baca juga: Komnas HAM Pastikan Warga di Dharmasraya sudah Boleh Bernatalan

Baca juga: Polri: Ini Konsensus Merayakan Natal di Dharmasraya

Baca juga: Ombudsman Dorong Bupati Dharmasraya Memediasi Warga

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More