Kamis 19 Desember 2019, 22:00 WIB

OSC Medcom.id Diikuti Ribuan Pelajar

MI | Humaniora
OSC Medcom.id Diikuti Ribuan Pelajar

medcom.id
OSC Medcom.id Diikuti Ribuan Pelajar

 

SEBANYAK 1.470 pelajar dari berbagai daerah di Tanah Air, Kamis (19/12), memadati velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, tempat digelarnya tes offline dari program Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id 2019.

OSC merupakan kompetisi beasiswa daring pertama di Indonesia, diadakan oleh portal berita dan video Medcom.id. OSC hadir untuk memberi kemudahan bagi putra-putri Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan hingga sarjana (S1) dengan memanfaatkan fasilitas beasiswa di universitas favoritnya.

Terdapat 21 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ikut menjadi mitra penyedia beasiswa di program tahunan yang juga disponsori oleh Fajar Paper ini. Jumlah pendaftar OSC yang terus meningkat setiap tahunnya membuat persaingan masuk ke PTS mitra OSC semakin kompetitif.

Dua puluh satu perguruan tinggi itu yakni Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Multimedia Nusantara, President University, Universitas Trisakti, Institute Teknologi Nasional.

Berikutnya Universitas Kristen Maranatha, Telkom University, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Ciputra,  Universitas Gajayana. Lainnya, Universitas Islam Malang, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Fajar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Warmadewa Bali. Masing-masing PTS pun menerapkan sejumlah metode seleksi internal untuk menyaring bibit unggul yang mendaftar di kampus mereka. Pada tahapan tes offline setiap PTS diberi kebebasan untuk membuat sendiri jenis soal maupun metode tes yang akan diujikan.(H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More