Kamis 19 Desember 2019, 18:11 WIB

Sudah Pasang Ring, Adian kembali Serangan Jantung. Kok Bisa?

Indriyani Astuti | Humaniora
Sudah Pasang Ring, Adian kembali Serangan Jantung. Kok Bisa?

AFP
Seorang teknisi membentuk stendi unit produksi stent dan kateter dari perusahaan BALT di Montmorency, pada 7 Juni 2018.

 

POLITISI Adian Napitupulu dikabarkan mengalami serangan jantung saat dalam perjalanan dinas dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Akibatnya, anggota F-PDIP DPR itu harus diterbangkan kembali ke Jakarta untuk menjalani pemasangan ring atau stent. Padahal, Adian telah beberapa kali menjalani pemasangan ring.

Politisi PDIP Adian Napitupulu. (Antara)

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Siloam Karawaci, Vito Damay menjelaskan, pemasangan ring pada jantung bukan operasi bedah terbuka, tetapi sebuah prosedur memasukkan stent atau ring melalui pergelangan tangan atau pangkal paha menggunakan sebuah pipa berukuran sangat kecil plastik yang berbahan elastis. Tujuannya, melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan mencegah serangan jantung secara tiba-tiba.

"Meski demikian, orang yang sudah pernah dipasang ring masih berisiko mengalami serangan jantung apabila tidak disiplin minum obat dan pola hidup tidak sehat," terangnya pada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12).

Sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah dapat terjadi lagi jika pasien tidak minum obat dan mengendalikan faktor risiko penyebab penyakit jantung dan pembuluh darah.

Vito menekankan mengonsumsi obat bagi pasien yang sudah menjalani pemasangan ring sangat penting karena membantu pasien menjalankan aktivitas normal dan mencegah serangan jantung ulang. Obat-obatan yang harus dikonsumsi antara lain pengencer darah, obat penurun kolestrol yang fungsinya mencegah terjadinya plak baru pada pembuluh darah, obat hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah tetap normal, dan obat diebetes agar gula darah terkontrol.

"Obat penurun kolestrol, diabetes, dan tekanan darah tinggi untuk mengendalikan agar jangan sampai mempercepat risiko serangan jantung," ucapnya.

Vito menerangkan penyakit jantung dan pembuluh darah dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya. Apabila pasien sudah dideteksi punya kolestrol tinggi, harus minum obat kolesterol. Begitu juga, bila memiliki riwayat gula darah dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga berat badan agar tidak sampai obesitas. "Berat badan berlebih juga menjadi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Bagi laki-laki lingkar pinggang jangan melebihi 90 cm dan perempuan 60 cm," paparnya.

Seorang karyawan mengumpulkan kateter di unit produksi stent dan kateter dari perusahaan BALT di Montmorency, pada 7 Juni 2018. (AFP)

Ia menambahkan pasien yang sudah pernah pasang ring pada jantung tetapi fungsi jantungnya masih baik dapat melakukan aktivitas fisik bahkan berolahraga seperti basket ataupun tenis.

Tetapi, pasien dipasang ring karena pernah mengalami serangan jantung dan fungsi jantungnya melemah, umumnya mengalami keluhan seperti cepat lelah dan sesak nafas.

"Sehingga perlu dibantu obat-obatan supaya keluhan tersebut tidak sering muncul. Obat tidak membuat ketergantungan, tapi pasien seringkali orang takut. Padahal obat membantu pasien menjalankan aktivitas normal," tukasnya. (X-15)

Baca juga: Operasi Jantung Selamatkan Jiwa

Baca juga: Terkena Serangan Jantung, Adian Dibawa ke Jakarta

Baca juga: Gaya Hidup Penyebab Utama Sakit Jantung

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More