Kamis 19 Desember 2019, 17:52 WIB

Hawa Panas Picu Kebakaran, NSW Kembali Tetapkan Keadaan Darurat

melalusa Sushtira Khalida | Internasional
Hawa Panas Picu Kebakaran, NSW Kembali Tetapkan Keadaan Darurat

AFP/Wendell Tiodoro
Kebakaran hutan di Negara Bagian New South Wales, Australia menyebabkan kabut asap di Sydney

 

KEADAAN darurat kembali diumumkan di negara bagian terpadat Australia, New South Wales (NSW), pada Kamis (19/12). Hal itu karena laporan adanya 100 titik kebakaran hutan di negara bagian beribu kota Sydney itu.ilaporkan ada lebih dari 100 kebakaran hutan yang sedang berkobar.

Menteri Utama (Premier) NSW, Gladys Berejiklian, mengatakan, keadaan darurat diberlakukan selama tujuh hari. Pengumuman keadaan darurat di NSW tersebut merupakan kali kedua. Sebelumnya, keadaan darurat di NSW juga diumumkan pada pertengahan November lalu.

Pengumuman tersebut dikeluarkan menyusul gelombang panas dahsyat yang memicu kebakaran hutan kian tak terkendali, menghancurkan rumah-rumah dan menimbulkan asap berbahaya.

Pada saat keadaan darurat tersebut diumumkan, ribuan petugas pemadam kebakaran Australia tengah berjuang memadamkan kobaran api di tengah suhu yang hampir mencapai 50 derajat Celcius di beberapa wilayah.

Kepala Pemadam Kebakaran NSW Shane Fitzsimmons mengungkapkan, satu regu yang terdiri dari lima petugas pemadam kebakaran terluka saat berjuang menghentikan kobaran api.

Baca juga : Kebakaran Hutan Melanda Australia

Ia menyebut dua pria yang terluka parah telah diterbangkan ke unit spesialis luka bakar dan seorang wanita lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Fitzsimmons mengatakan beberapa petugas pemadam kebakaran yang diliputi kesedihan karena kehilangan rumah mereka sendiri akibat kobaran api, terus berupaya menyelamatkan bangunan lainnya dari si jago merah.

"Mereka dan keluarga serta kolega mereka benar-benar hancur oleh kehilangan itu. Ini akan menjadi hari yang sangat emosional, sangat menguras tenaga bagi petugas pemadam kebakaran kita," ungkap Fitzsimmons.

Adapun seorang warga lokal di wilayah Buxton yang terletak sekitar 100 kilometer dari Sydney, mengatakan bahwa kebakaran hutan di dekatnya yang telah menghancurkan puluhan bangunan tersebut jauh lebih buruk daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Ini menyebar lebih cepat dengan angin, dan semak belukar maupun tanah begitu kering," ungkap Paul Collins kepada AFP.

Ia kemudian menyalahkan perubahan iklim dan kekeringan yang berkepanjangan atas kebakaran hutan yang kian memburuk di wilayahnya tersebut.

"Benar-benar situasi yang mengerikan, sungguh,"imbuhnya.

Media Australia, ABC, melaporkan setidaknya 20 rumah hancur di NSW pada Kamis (19/12) hari ini. Sementara itu, sekitar lima juta penduduk Sydney terus dibuat sesak napas akibat kepulan asap dari kebakaran hutan dahsyat "mega-blaze" yang mengepung kota itu.

Para dokter pun telah mengeluarkan peringatan terkait asap yang telah menyelimuti Sydney selama berminggu-minggu tersebut, dengan menyebut darurat kesehatan publik. Rumah sakit mencatat adanya peningkatan besar pasien ruang gawat darurat terkait masalah pernapasan.

Pihak berwenang mengimbau kelompok rentan di NSW agar tetap tinggal di dalam rumah. Panas terik yang bercampur dengan asap berbahaya dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit parah, perawatan rumah sakit, hingga kematian.

Pekan ini Australia mencatatkan rekor hari terpanasnya dalam sejarah negara itu, dengan suhu rata-rata nasional Australia mencapai 40,9 derajat Celcius pada Selasa (17/12).

Gelombang panas terus meningkat hingga menyebabkan suhu naik mencapai 41,9 derajat Celcius pada Rabu (18/12) kemarin. Badan Meteorologi Australia menyebut ketinggian suhu tersebut mengalahkan rekor suhu tertinggi pada Januari 2013 lalu, yang mencapai 40,3 derajat Celcius

Peramal cuaca dari Badan Meteorologi Australia, Dean Narramore, mengatakan gelombang panas yang berbahaya dan menimbulkan malapetaka tersebut telah mengalahkan puluhan rekor ketinggian suhu luar biasa di berbagai wilayah Australia.

Baca juga : Kekeringan, Jutaan Ikan di Australia Mati

"Kami menuju hari kelima atau keenam berturut-turut di mana banyak tempat memecahkan rekor. Dan kami cenderung melihat 30 atau 40 catatan di berbagai wilayah negara," ujar Dean kepada ABC.

Adapun pada Kamis (19/12) hari ini, ratusan pemrotes yang menentang perubahan iklim mengadakan unjuk rasa di kediaman resmi Perdana Menteri Scott Morrison di Sydney.

Mereka menuntut pembatasan emisi gas rumah kaca dan menyoroti ketidakhadiran Morrison ketika sebagian besar negara bagian Australia dilanda kebakaran hebat

Selain di NSW, lebih dari 70 kebakaran lainnya berkobar di negara bagian Queensland. Kebakaran hutan juga membakar wilayah di Australia Barat dan Australia Selatan.

Setidaknya tiga juta hektar lahan telah dibakar di seluruh Australia, yang mengakibatkan sedikitnya enam orang tewas dan 700 rumah hancur. (AFP/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More