Kamis 19 Desember 2019, 17:10 WIB

Polri Waspadai Lonjakan Harga Sembako Jelang Nataru

Ferdian Ananda Majni | Ekonomi
Polri Waspadai Lonjakan Harga Sembako Jelang Nataru

ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Pedagang bawang melayani pembeli di Pasar Kolpajung, Pamekasan, Jawa Timur.

 

KEPALA Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan sembako jelang Natal dan Tahun Baru telah terpenuhi.

Meskipun demikian, Polri tetap mewaspadai lonjakan harga yang kerap terjadi di sejumlah daerah.

"Jadi berdasarkan informasi dari satgas pangan yang bekerja sama dengan stake holders, dinyatakan hasil monitoring nya bahwa saat ini ketersediaan bahan pangan kita mencukupi. Tidak ada kekurangan sedikit pun," kata Asep di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

Menurut Asep, terdapat sejumlah daerah yang kerap terjadi peningkatan kebutuhan sembako jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, pihaknya akan terus bersinergi untuk mengendalikan lonjakan harga dan berkurangnya stok sembako.

"Kecuali memang ada beberapa daerah yang kita pantau dan monitoring secara khusus mengingat pada daerah tersebut sepeti biasa menjelang natal dan tahun baru mengalami peningkatan," sebutnya.

Asep tak memungkiri, ada beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, daerah Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Papua Barat.

"Ini koridornya bahwa sejauh ini semua bahan pokok masih dalam penilaian tercukupi. Sekali lagi, itu dilakukan monitor khusus dengan maksud supaya ketersediaan pangan tetap terjaga, harga juga tetap stabil," terangnya

Saat ini satgas pangan polri juga semakin masif melakukan monitoring ke berbagai wilayah untuk menjamin ketersediaan bahan pokok. Selain itu, memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau.

"Apabila ada indikasi-indikasi pelanggaran hukum maka segera kita akan lakukan penindakan. Indikasi-indikasi itu misalnya ada monopoli, ada permainan harga, ada penimbunan, ada menjual barang tidak sebagaimana yang dijanjikan atau tidak sebagaimana standar karena bisa melanggar undang-undang pelayanan atau juga terkait dengan perlindungan konsumen," lanjutnya

Asep juga memastikan bahwa pihak kepolisian daerah belum menemukan adanya indikasi monopoli yang terjadi hingga mengakibatkan gejolak harga sembako di pasaran.

"Belum, tadi yang bisa dipastikan ketersediaan bahan pokok cukup sampai akhir tahun. Kedua tidak ada lonjakan sampai meresahkan masyarakat tetapi ada beberapa daerah Sumut, Sumsel, Sulawesi, Papua, Papua Barat. Karena kan masyarakat disana sebagian besar merayakan jadi permintaan tinggi," pungkasnya. (Fer/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More