Kamis 19 Desember 2019, 17:15 WIB

Pilih Organ Pipa karena Unik dan Berbeda

Ramdani | Humaniora
Pilih Organ Pipa karena Unik dan Berbeda

MICOM
MICOM

 

GEREJA Immanuel merupakan salah satu gereja di Indonesia yang masih mempertahankan organ pipanya. Namun, gereja itu menjadi unik karena menjadi satu-satunya gereja di Indonesia yang masih rutin memainkan organ pipa mereka setiap kebaktian.

Salah satu organis organ pipa di Gereja Immanuel adalah Nico Gamalliel Sitompul. Saat ditemui Media Indonesia, pria kelahiran Jakarta itu mengaku bangga bisa memainkan organ pipa di gereja tersebut.

"Yang menjadi dasar semangat saya memainkan organ pipa adalah tidak boleh ada organ pipa yg hancur. Dengan kemampuan saya yang terbatas, saya harus memberikan waktu dan tenaga saya untuk merawat organ pipa ini," aku Nico.

Pria berusia 21 tahun itu kemudian mengisahkan awal dirinya bermain organ pipa. Hal itu berawal ketika dia dibiayai oleh gerejanya untuk belajar alat musik.

Baca juga: Mensos Berharap Semangat Kesetiakawanan Sosial Makin Kuat

"Saya, waktu itu, harus memilih antara piano, organ pipa, atau organ elektrik. Setelah dipikir-pikir, saya merasa harus memanfaatkan peluang ini untuk belajar sesuatu yang unik, sesuatu yang berbeda. Saya melihat itu ada pada organ pipa," cerita Nico.

Dia merasa suara yang dihasilkan organ pipa adalah sesuatu yang unik.

"Bagi saya, adalah sesuatu yang spesial ketika suara yang saya hasilkan berasal dari proses yang panjang. Mungkin, lebih tepatnya unik karena bukan dari perangkat lunak apalagi sintesis," ungkap mahasiswa tingkat 3 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

"Itu saja sudah menjadi perbedaan sangat besar dari bermain organ pipa mekanik dengan organ pipa elektrik atau bahkan organ kecil yang elektrik. Kemudian akustiknya mungkin. Saya bisa merasakan akustik yang luar biasa yang harus saya akui sulit ditemui di gereja-gereja lain di indonesia," imbuhnya.

Nico pun mengaku sangat terhormat bisa memainkan organ pipa di Gereja Immanuel. Pasalnya, organ pipa di gereja itu telah berusia 178 tahun.

"Ketika saya memainkannya, ada perasaan tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bangga, senang, dan terhormat campur aduk jadi satu," ungkap lulusan Yayasan Musik Gereja (Yamuger) jurusan Organ Pipa di bawah bimbingan Clara Niken Asterina dan Catharina Antonieta Giovanni (2012-2016)

Nico kemudian mengaku sangat menikmati bertugas memainkan organ pipa saat hari raya.

"Ketika saya mengiringi hari raya, berarti beban imannya semakin besar. Tanggung jawab saya jadi semakin besar karena ada ekspektasi orang yang datang ke sini untuk benar-benar merayakan Natal, Paskah atau Jumat Agung dengan kusuk, dengan menyentuh hati sambil kualitas imannya tetap terjamin," papar Nico

"Kalau dari sisi musiknya, saya suka lagu Natal. Lagu Natal punya kekayaan dan karakter tersendiri. Itu yang saya rasakan ketika ditugaskan melayani saat Natal," pungkasnya. (OL-2)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

MI/SUSANTO

Masih Jalani Perawatan, Begini Kondisi Terkini Budi Karya Sumadi

👤Astri Novaria 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:02 WIB
Lewat instagram pribadinya, mantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menampilkan ulang video yang sebelumnya diunggah oleh Andre Opa...
Antara/Rahmad

Pemerintah Wajib Penuhi Hak Dasar Warga Negara di Tengah Pandemi

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:28 WIB
Setiap kebijakan yang menjadi keputusan pemerintah harus efektif dan tetap menjamin keberlangsungan hidup...
Ilustrasi

Kemendikbud Imbau Guru Tidak Memanipulasi Nilai Rapor

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:10 WIB
Kejujuran sangat penting, jadi guru jangan berkolaborasi untuk meluluskan dengan cara-cara yang tidak benar sehingga kepercayaan ini akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya