Kamis 19 Desember 2019, 14:54 WIB

Renovasi, Lahan Masjid Istiqlal tidak Bisa Dipakai Umat Katedral

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Renovasi, Lahan Masjid Istiqlal tidak Bisa Dipakai Umat Katedral

Antara
Warga berjalan menuju Masjid Istiqlal seusai memarkir kendaraan bermotor di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (11/8/2019).

 

LAHAN parkir di Masjid Istiqlal sedang tidak bisa digunakan sebagai lahan parkir untuk warga yang ingin beribadah di Gereja Katedral Jakarta. Pasalnya, kawasan Masjid Istiqlal sedang direnovasi.

"Tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Soalnya tahun ini Istiqlal kan lagi direnovasi, jadi saudara-saudara kita yang (beragama) katolik yang ingin ibadah enggak bisa parkir kendaraan di Istiqlal," terang Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah saat dihubungi, Jakarta, Kamis (19/12).

Diketahui, pemerintah pusat mulai merenovasi Masjid Istiqlal sejak Mei 2019. Renovasi Masjid Istiqlal merupakan tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo seusai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2018.

"Kami sudah kasih tahu jauh-jauh hari ke mereka. Pas hari Sumpah Pemuda lalu kan kita kepanitiaan bersama. Mereka sudah tahu sendiri (tidak bisa parkir), mereka lihat langsung proyeknya di Istiqlal," jelas Abu.

"Jadi enggak bisa masuk ke dalam. Paling di pinggir-pinggir jalan (parkirnya). Cuma itu terbatas karena takut menganggu orang lewat terus sempit. Mungkin sudah penuh sama kendaraan proyek kita," tambahnya.

Menurutnya, warga yang akan beribadah di Gereja Katedral masih bisa menggunakan fasilitas seperti toilet di Masjid Istiqlal. Diketahui, lokasi pembangunan tempat parkir berupa bangunan dua lantai berkapasitas 2.000 kendaraan roda empat.

"Paling mereka kalau mau memanfaatkan kamar mandi  mungkin masih bisa. Natal itu kan ada beberapa kali kebaktian, yang datang duluan mungkin mau istirahat bisa di masjid, sambil menunggu jam kebaktiannya," pungkas Abu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono meminta masyarakat menghargai masyarakat lain yang ingin melaksanakan ibadah Natal. Dia mengatakan setiap orang berhak beribadah dengan tenang.

Selain itu, Gatot juga meminta polisi mengantisipasi tindakan premanisme dan pencurian selama libur Natal dan Tahun Baru. Dia ingin seluruh masyarakat nyaman untuk beribadah.

"Targetnya jelas pertama kita meminimalisasi terjadinya gangguan keamanan dan kejadian yang tidak diinginkan," tutur Gatot. (X-15)

Baca juga: Bedug Masjid Istiqlal tidak Lagi Ditabuh

Baca juga: Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir Jemaat Katedral

Baca juga: Warga yang Salat Id di Istiqlal Boleh Parkir di Katedral

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Dinilai Represif, Polri: Kami Juga Diajarkan HAM

👤Yakub Pryatama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 09:55 WIB
Awi pun menceritakan kisahnya yang sempat didampingi dalam pengajaran HAM oleh salah seorang dosen dari Universitas Hasanuddin Makassar...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Soal Sanksi Perda Covid, Fraksi PKS Minta Warga Tunggu Pergub

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 08:47 WIB
Sebagian publik menilai ancaman hukumannya terlalu tinggi, sementara vaksin untuk covid-19 dinilai masih dalam tahap...
ANTARA/HO-Damkar Jaktim

Bus Jakarta-Wonigiri Terbakar di Tol Jagorawi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 08:32 WIB
Bus bernomor polisi AD 1422 EF milik Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya itu terbakar di jalur lambat arah Bogor, Jawa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya