Kamis 19 Desember 2019, 12:56 WIB

Kejari Klaten Musnahkan Narkotika dan Psikotropika

Djoko Sardjono | Nusantara
Kejari Klaten Musnahkan Narkotika dan Psikotropika

MI/Djoko Sardjono
Pemusnahan Narkotika dan psikotropika di halaman Kejari Klaten.

 

KEJAKSAAN Negeri Klaten, Jateng, memusnahkan barang bukti narkotika, psikotropika,  dan kosmetik tak berizin di halaman kantor kejaksaan, Kamis (19/12). Pemusnahan barang bukti perkara yang sudah berketapan hukum tetap tersebut dipimpin Kajari Klaten yang diwakili Kasi Pidum, Adhie Nugroho, dengan disaksikan wakil dari Forkopimda Klaten.

Barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dibakar itu terdiri dari sabu 21,98 gram, psikotropika (pil) sebanyak 6.231 butir, ratusan kosmetik, serta barang bukti perkara perjudian dan penganiayaan. ''Pemusnahan barang bukti  meliputi 35 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode September-Desember 2019," jelasnya kepada pers di sela pemusnahan barang bukti tersebut.

Menurut Adhie, Kejari Klaten sepanjang 2019 menangani sebanyak 237 perkara. Dari jumlah itu, 225 perkara masih proses penyelidikan, 207
perkara dalam penuntutan, dan 221 perkara yang telah diputus pengadilan.

Sementara itu, Polres Klaten memusnahkan ratusan botol minuman keras (miras) hasil operasi pada Juni-September 2019. Pemusnahan miras dilakukan di lapangan parkir seusai apel gelar pasukan operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru, dengan dipimpin Wakapolres Kompol Zulfikar Iskandar.

Ratusan botol miras yang dimusnahkan dengan menggunakan alat berat jenis stoom walls itu, terdiri dari 753 botol berbagai merk dan miras oplosan ciu 275,2 liter.

Wakapolres Zulfikar mengatakan, operasi miras di wilayah hukum Polres Klaten kini terus digencarkan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. "Untuk cipta kondisi daerah yang aman, tertib, dan kondusif kami terus menggiatkan operasi pekat (penyakit masyarakat) di Klaten," pungkasnya. (JS/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More