Kamis 19 Desember 2019, 10:51 WIB

4.486 Desa di Jateng Berada di Daerah Rawan Bencana

Akhmad Safuan | Nusantara
4.486 Desa di Jateng Berada di Daerah Rawan Bencana

Antara
Sebuah pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

 

MEMASUKI musim penghujan ancaman bencana alam di Jawa Tengah masih tinggi. Terdapat 4.486 desa tersebar di seluruh daerah di Jateng rawan bencana banjir, longsor dan angin puting beliung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sudaryanto membenarkan kerawanan dan ancaman bencana di Jawa Tengah yang masih tinggi.

"Setidaknya masih ada 4.486 desa di Jateng yang merupakan rawan bencana baik banjir, longsor dan angin puting beliung," ujar Sudaryanto, Kamis (19/12/2019).

Berdasarkan hasil pemetaan bencana, lanjut Sudaryanto, dari 4.486 desa yang tersebar di seluruh daerah di Jateng tersebut, 1.691 desa rawan banjir, 2.136 desa rawan bencana  longsor dan 658 desa rawan angin puting beliung. Selama 2019 ini di Jawa Tengah tercatat 2.179 kasus bencana alam dengan korban meninggal sebanyak 35 orang, yakni kebakaran 645 kejadian, angin puting beliung 572 kejadian, tanah longsor 504 kejadian, kebakaran hutan lahan 294 kejadian dan banjir 151 kejadian.

"Pemrov Jateng telah berikan santunan sesuai Pergub no. 77 tahun 2014 tentang pemberian bantuan kepada korban bencana alam," imbuhnya.

baca juga: Dana Hibah KPU Makassar Kurang Rp9,68 Miliar

Mengantisipasi terulangnya bencana memasuki musim hujan ini, menurut Sudaryanto, BPBD Jateng telah melakukan berbagai upaya pencegahan yakni membuat Desa Tangguh Bencana (Destana), pemasangan Early Warning System (EWS), simulasi dan pelatihan bagi masyarakat.

Sudaryanto menambahkan BPBD telah menyiapkan sejumlah posko kerawanan bencana menghadapi Natal dan Tahun Baru.

"Kita turunkan petugas untuk siaga 24 jam penuh," tambahnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More