Kamis 19 Desember 2019, 10:50 WIB

Serapan APBD 2019 Minimalis

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Serapan APBD 2019 Minimalis

Dok. Pribadi
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani.

 

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Fraksi Partai Amanat Nasional, Zita Anjani, menyebutkan penyerapan anggaran APBD DKI hingga bulan November 2019 baru mencapai 58%.

"Kita lihat dari tahun 2017-2018 ke atas, penyerapan kita ini makin baik. Tapi, tahun ini (2019) karena ada tahun politik, penyerapan kita masih di angka 57%-58%, padahal targetnya 90% penyerapan," ungkap Zita dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Zita berharap ke depan penyerapan anggaran APBD DKI bisa lebih digenjot. Ia mengklaim bahwa kinerja Pemprov DKI berkembang pesat dari segi eksekusi pembangunan infrastruktur yang melekat dalam perencanaan program kegiatan belanja langsung yang bersentuhan langsung kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan penyerapan anggaran kita (APBD) bisa lebih maksimal lagi di tahun 2020 dan kami optimistis melihatnya seperti itu," tutur Zita.

Menurut Zita, proyeksi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2019 masih tergolong rasional. Meskipun, ada catat-an khusus perihal realisasi penyerapan. Silpa APBD DKI 2019 tercatat Rp5,5 triliun dari total proyeksi APBD DKI sebesar Rp87,95 triliun untuk pelaksanaan kegiatan tahun 2020. Lalu perolehan Silpa APBD DKI 2018 tercatat sebesar Rp9,75 triliun dengan progres penyerapan 83%.

Adapun perolehan Silpa APBD 2017 mencapai Rp13,16 triliun pada saat penetapan APBD DKI tahun anggaran 2018 sebesar Rp77,11 triliun.

Dalam kaca mata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah, rendahnya serapan APBD 2019 menunjukkan Pemprov DKI lalai dalam membuat perencanaan anggaran sehingga di penghujung tahun harus melakukan upaya efisiensi. Akibatnya, tertundanya beberapa kegiatan.

Ida menyebut SKPD akan menjadi korban dari serapan rendah yang dipaksa karena keadaan ini. "Kasihan mereka jadi korban. Sebab, jika serap-an rendah akan berimbas pada TKD (tunjangan kinerja daerah)," kata Ida.

Sebelumnya, sejak Oktober lalu Pemprov DKI meminta seluruh SKPD untuk mengencangkan ikat pinggang dan menghemat anggaran. Penyebabnya, pendapatan pajak yang tidak tercapai serta pencairan dana bagi hasil dari pemerintah pusat yang ditunda. (Ins/Put/J-3)

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Polri Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 02 April 2020, 21:55 WIB
Mabes Polri tengah menangani 18 kasus dengan 33 tersangka dalam kasus penimbunan masker dan hand sanitizer hingga Kamis...
MI/Ramdani

Covid-19, Pemprov Klaim Kualitas Udara Jakarta Kalahkan Paris

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 02 April 2020, 21:43 WIB
"Kualitas udara Jakarta lebih bagus dari Paris, Melbourne, Vienna dan Singapura," kata Yogi kepada Media Indonesia, Jakarta,...
Antara

Anies: Tingkat Kematian akibat Covid-19 amat Memprihatinkan

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 02 April 2020, 20:57 WIB
Anies menyampaikan hal itu dalam video conference dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang disiarkan melalui akun YouTube Wapres RI,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya