Kamis 19 Desember 2019, 08:30 WIB

Bolivia Keluarkan Surat Penangkapan Morales

Basuki Eka Purnama | Internasional
Bolivia Keluarkan Surat Penangkapan Morales

AFP/RONALDO SCHEMIDT
Presiden terguling Bolivia Evo Morales

 

JAKSA Agung Bolivia, Rabu (18/12), memerintahkan penangkapan presiden terguling Evo Morales setelah pemerintahan interim negara Amerika Latin itu menuding Morales melakukan penghasutan dan terorisme.

Jaksa di La Paz menandatangani surat perintah penangkapan yang memerintahkan polisi menangkap mantan presiden berusia 60 tahun itu.

Morales melarikan diri dari Bolivia ke Argentina pada bulan lalu setelah terjadi kerusuhan sipil di negara itu selepas pemilu pada 20 Oktober yang dituding dicurangi.

Morales, lewat Twitter, menyebut surat perintah penangkapan itu ilegal, tidak adil, dan tidak konstitusional.

Baca juga: Pemakzulan Trump: Ribuan Orang Berdemo Jelang Pemungutan Suara

"Saya tidak khawatir. Selama saya masih hidup, saya akan melanjutkan aktivitas saya di politik dan berusaha menciptakan Bolivia yang bebas dan berdaulat," tegas Morales.

Morales memerintah di Bolivia selama hampir 14 tahun sebelum mengundurkan diri pada bulan lalu dan melarikan diri dari Bolivia untuk menerima suaka, pertama di Meksiko, dan kemudian di Argentina.

Hasil pemilu pada Oktober lalu dianulir setelah audit oleh Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) mengungkapkan pemilu itu dicurangi.

Wakil Ketua Senat Bolivia Jeanine Anez mendeklarasikan diri menjadi penjabat presiden dan berjanji akan menggelar pemilu pada tahun depan.

Pemerintahan Bolivia pimpinan Anez melarang Morales ambil bagian dalam pemilu itu. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More