Kamis 19 Desember 2019, 06:00 WIB

Hyundai Ioniq untuk Transportasi Publik

Nurtjahyadi chadie | Otomotif
Hyundai Ioniq untuk Transportasi Publik

DOK. HYUNDAI
Hyundai Ioniq untuk Transportasi Publik

Kendaraan yang dilengkapi tiga driving mode (eco, sport, dan normal) itu pun memiliki fitur keselamatan dan kenyamanan.

MULAI banyak implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Setidaknya, ini tampak dari sejumlah perusahaan otomotif di Indonesia yang menghadirkan kendaraan berbasis tenaga listrik lewat transportasi publik.

Kali ini, PT Hyundai Mobil Indonesia bersama perusahaan jasa transportasi Grab akan menghadirkan kendaraan listrik Ioniq Electric di Indonesia mulai awal 2020. Rencananya, 20 mobil listrik buatan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia yang dioperasikan Grab di Jakarta.

PT Hyundai Mobil Indonesia juga mendukung penyiapan sejumlah dealer, terutama di Jakarta, untuk memberikan layanan purnajual dan perbaikan unit Ioniq yang digunakan sebagai armada Grab serta penyediaan fasilitas pengisian ulang baterai.

Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Hendrik Wiradjaja, mengatakan, untuk armada taksi, fasilitas charging station diutamakan berlokasi di pool. "Bertahap akan dikembangkan jumlahnya di lokasi strategis seiring dengan perkembangan unit," ujar Hendrik melalui pesan singkat, kemarin.

Kemungkinan kendaraan itu dipasarkan di Indonesia, saat ini pihaknya belum bisa berbicara banyak, selain menunggu regulasi kendaraan listrik di Indonesia selanjutnya. "Rencana untuk dijual bebas masih dipelajari sambil berjalan bertahap seiring dengan rencana regulasi mobil listrik yang berlaku," tutur Hendrik.

Terkait dengan model yang menjadi armada Grab, Ioniq tersebut merupakan penyempurnaan dari generasi pertama dan satu-satunya di dunia yang memiliki tiga pilihan electrified power trains. New Ioniq Electric Vehicle merupakan salah satu dari tiga ikonik power train ramah lingkungan milik Hyundai yang dikenal secara global. Selain itu, ada New Ioniq Hybrid dan Ioniq Plug-in.

Teknologi

Sekadar informasi, Ioniq yang dihadirkan di Indonesia menggunakan baterai lithium-ion polymer berkapasitas 38,3 kw. Dengan kapasitas baterai terisi penuh, Ioniq dapat berjalan sejauh 373 km (berdasarkan NEDC).

Motor elektrik mobil itu mampu menghasilkan daya maksimum 136 PS dengan torsi 295 Nm. Setiap kendaraan sudah dilengkapi standar charger on-board 7,2 kw.

Stasiun pengisian cepat 100 kw mampu mengisi baterai mencapai 80% pengisian dalam waktu 54 menit. Stasiun pengisian cepat 50 kw mampu mengisi 80% baterai dalam waktu 57 menit.

Kendaraan yang dilengkapi tiga driving mode (eco, sport, dan normal) itu pun memiliki fitur keselamatan dan kenyamanan. Ada tujuh airbags (kantong udara), parking distance warning, tire pressure monitoring system, dan electric parking brake dengan autohold.

Kehadiran mobil listrik Hyundai di Indonesia merupakan bagian dari kerja sama program kendaraan listrik di Asia Tenggara antara Hyundai dan Grab. Sebelumnya, Hyundai Motor Company dan Kia Motor Corporation mengucurkan dana US$250 juta untuk Grab untuk program tersebut.

Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang dilirik Grab dan Hyundai Group untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik mereka setelah Singapura. Bedanya, Grab di Singapura menggunakan Hyundai Kona EV untuk armada taksi mereka.

Perbedaan model kendaraan, menurut President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, karena penyesuaian kebutuhan terhadap konsumen. "Kona lebih kompak dan ukuran bagasinya kurang besar," ungkap Ridzki.

Menurutnya, untuk Indonesia lebih cocok Ioniq karena sesuai dengan kebutuhan armada di bandara yang membutuhkan bagasi yang besar.

Kemampuan jelajah maksimal Ioniq pun dianggap cocok. Pasalnya, armada itu bakal beroperasi di sekitar Jabodetabek. (S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More