Kamis 19 Desember 2019, 02:40 WIB

Pemerintah Tagih Induk Cabang

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Pemerintah Tagih Induk Cabang

kemenpora.go.id)
Kemenpora Himbau Cabor Penerima Bantuan Segera Rampungkan LPJ 100% Sebelum 31 Desember 2019

ANGGARAN untuk peningkatan prestasi tahun depan terancam tidak akan dicairkan pemerintah jika induk cabang olahraga yang menerima bantuan dana program pemusatan latihan nasional (pelatnas) tahun ini belum mempertanggungjawabkannya. Tanpa anggaran, persiapan untuk menghadapi berbagai ajang, seperti Olimpiade 2020, berpotensi terhambat.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga Yayan Rubaeni, seluruh penerima bantuan memiliki batas waktu hingga 31 Desember untuk menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) mereka.

Hingga saat ini, Yayan mengaku belum ada satu pun cabang yang telah menyampaikan LPJ 100% kepada Badan Pemeriksa Keuangan. Yayan menilai beberapa cabang terkendala dalam pengadaan perlengkapan latihan yang bernilai mulai dari Rp400 juta. Selain itu, kendala lain yang dihadapi ialah penghitungan perpajakan.

"Dari situ sudah tahu gambarannya seperti apa," ucapnya, kemarin. "Kami akan tanya satu per satu cabang dan kami siap bantu untuk melancarkan LPJ mereka," imbuhnya.

PPON sendiri telah memfasilitasi seluruh induk cabang yang menerima anggaran pelatnas di Solo, Jawa Tengah. Sebagian merupakan induk cabang yang atletnya dipersiapkan untuk ikut SEA Games 2019 dan Olimpiade tahun depan. Adapun yang lainnya untuk ASEAN Para Games 2020 dan Paralimpiade 2020.

Siapkan empat atlet

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) tengah mempersiapkan empat atlet mereka untuk ikut Olimpiade 2020. Keempat atlet tersebut ialah Aflah Fadlan, Azzahra Permatahani, Farrel Tangkas, dan I Gede Siman Sudartawa.

Pemilihan keempat atlet itu, dikatakan Wakil Ketua Umum PRSI Harlin Rahardjo, dilakukan setelah melihat performa mereka di SEA Games 2019 dan juga Indonesia Open Aquatic Championship 2019. Harlin mengatakan mereka punya peluang untuk ikut bertanding di Olimpiade tahun depan yang akan diselenggarakan di Jepang, Tokyo.

"Kami fokus ke empat atlet itu, plus kalau Glen (Victor) dan Triadi (Fauzi Siddiq) masih mau coba lagi, kita fasilitasi," ungkap Harlin kepada Media Indonesia, kemarin.

Harlin menambahkan Siman dan tiga perenang lainnya itu sebenarnya sudah lolos limit B Olimpiade. Namun, itu belum memastikan mereka bisa terbang ke Jepang. Untuk benar-benar bisa tampil di Olimpiade, mereka harus menembus limit A yang hanya bisa didapat perenang dengan peringkat 14 besar dunia.

"Kami akan mengupayakan Siman dan lainnya untuk dapat poin Olimpiade. Mereka akan berjuang di berbagai kejuaraan yang nanti akan kita sesuaikan dengan program. Ada beberapa kejuaraan seperti di Singapura, Thailand, dan Malaysia," kata Harlin.

Adapun program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jelang Olimpiade, baru akan diadakan pada Januari. Selain itu, Harlin mengatakan PRSI tengah membuat program persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Jelang pergantian tahun, para atlet PRSI akan beristirahat dan latihan ringan untuk menjaga kondisi tubuh. (Des/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More