Kamis 19 Desember 2019, 02:00 WIB

Aditya Dirgahayu Di Balik Rahasia Sulap

Bagus Pradana | Humaniora
Aditya Dirgahayu Di Balik Rahasia Sulap

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Aditya Dirgahayu

 

TAICHING: Butuh kerja keras menjadi pesulap. Tidak semata belajar trik, tetapi juga menghitung keselamatan dari awal, selama proses, hingga akhir pertunjukan.

AKSI sulap David Copperfield yang disaksikannya di layar kaca saat sekolah dasar (SD) ternyata mengantarkannya menjadi sosoknya saat ini. Sulap bagi Aditya Dirgahayu atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Russell Rich ini merupakan mimpinya. Pria berusia 25 tahun ini terkenal sebagai ilusionis yang menguasai trik manipulasi objek besar.

Di tengah kesibukannya, Aditya menyempatkan berbincang dengan Media Indonesia tentang close up magic. Trik yang wajib bagi pesulap ini merupakan permainan yang dilakukan jarak dekat menggunakan objek yang bisa ditemukan sehari-hari, seperti koin, kartu, dan peralatan rumah tangga.

"Close up magic ini basic bangetlah, dari sini nanti tiap-tiap pesulap akan menemukan jati dirinya. Dia lebih cocok ke mana, mentalis, atau ilusionis, tapi selalu diawali dengan close up magic," ujar Aditya di kantor Media Indonesia, Jumat (13/12).

Kartu merupakan alat peraga sulap yang paling awam dan paling banyak triknya. Di samping itu juga, paling efisien dan terjangkau harganya.

"Alat yang paling sering digunakan pesulap dalam close up magic ialah kartu. Kartu ini ialah yang paling banyak triknya. Banyak sekali pesulap yang bereksperimen dengan menggunakan kartu. Kartu itu tidak terbatas, makanya benda ini menjadi ikon dari sulap, dan dari zaman dulu sampai sekarang bisa dibilang setiap harinya ada saja satu orang yang menemukan trik baru dengan menggunakan kartu," tambahnya.

Menjadi ilusionis merupakan salah satu dari lima aliran sulap yang ada di Indonesia, yakni mentalist, illusionist, escapologist, blizzard magic, dan cabaret. Aliran mentalis lebih manipulasi alam bawah sadar dan prediksi seperti yang dilakukan Dedi Corbuzier.

"Illusionist yang bermain dengan ilusi, seperti saya dan Mas Demian Aditya. Escapologist menampilkan aksi meloloskan diri ala Harry Houdini, di Indonesia ada Oge Artemus. Kita juga punya blizzard magic yang berkembang menjadi fakir magic seperti Master Limbad. Terakhir yang paling populer ialah cabaret magic, ini paling banyak di Indonesia, kita ada Rhomedal Aquino," ujar Russell.

Belakangan, kata Russell, ada aliran baru yang disebut hi tech magic, yaitu pertunjukan sulap yang memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam sulap pertama kali dilakukan Marco Tempest awal 2000-an. Aliran ini pun tengah dipelajari Russell dan beberapa kali dipertunjukan dengan memanfaatkan aplikasi di Android dan LED.

"Beberapa kali saya mengusung pertunjukan konsep hi tech ini. Menurut saya, ini merupakan terobosan bagi pesulap aliran illusionist karena sekarang banyak aplikasi sulap berbasis Andorid yang diciptakan dan telah beredar, semoga semakin menambah ketertarikan generasi hari ini terhadap magic show," pungkasnya.

Komunitas

Pemuda asal Kota Medan ini belajar sulap dari komunitas sulap bernama Magic Clover. Di komunitas ini ia bertemu dengan pesulap senior Stefen Japargo yang dianggapnya sebagai guru pembimbing.

"Di komunitas ini saya mendalami magic dipandu Stefen Japargo. Kebetulan beliau ini pesulap yang enggak terkenal di Indonesia, tapi banyak dikenal komunitas pesulap di luar negeri. Nah, dari beliau, saya pertama kali dibawa ke acara Kompetisi Sulap Internasional di Malaysia, di situ saya mulai dikenalkan teman-teman pesulap dari luar negeri," kenang Russell terhadap mentor sulapnya.

Dari sang mentor, Ia mendapatkan nama panggung Russell Rich. Nama panggung itu dinilai penting untuk mudah dingat orang dan menyembunyikan identitas asli.

"Nama asli saya Aditya Dirgahayu, kenapa akhirnya jadi 'Russell', karena pemberian dari guru saya. Di dunia sulap, kata beliau, seorang pesulap itu sebaiknya memiliki nama panggung yang gampang diingat orang, agar identitas aslinya aman," terangnya menjelaskan asal usul nama panggungnya.

"'Rich' itu saya dapat karena teman-teman komunitas di Medan iseng ngata-ngatain trik andalan saya. Waktu itu saya ngedalamin teknik manipulasi uang, ngeluarin uang dari tangan, dan segala macam, dari situ mereka suka manggil saya 'Rich' itu. Akhirnya saya gabung jadi 'Russell Rich', harapannya nama ini membawa keberuntungan," tambahnya.

Keputusannya mendalami ilusi karena ia suka demam panggung. Saat di panggung, konsentrasinya sering buyar dan kurang pandai memainkan intonasi. "Nah, karena saya merasa saya kurang di situ, akhirnya saya lebih mendalami ke bidang ilusi, akhirnya tertarik di bidang ini saat menyadari idola saya David Copperfield juga iliusionist," ujarnya.

Illusionist adalah pesulap yang melakukan pertunjukan menggunakan hal-hal besar dan menggunakan gestur badan untuk berkomunikasi.

Meski sempat menjuarai ajang pencarian bakat khusus sulap di televisi swasta, bukan berarti perjalanan kariernya mulus. Russell sempat enam kali gagal ikut audisi pencarian bakat. Pada 2011-2012, ia memutuskan meniti karier di luar negeri. Ia rutin mengikuti kejuaraan sulap di Thailand dan Malaysia, hingga ditawari mengajar di salah satu akademi sulap di Thailand.

Dari ajang pencarian bakat itu, namanya dikenal dan sering diundang tampil sebagai illusionist profesional di televisi. Namun, Russell enggan membocorkan penghasilannya kepada Media Indonesia.

"Saya seram jawabnya takut tagihan pajak naik, yah segitulah. Kalau kita ngomongin magic show off air, start from harga motor 250 cc," ucapnya sembari berkilah.

"Profesi sulap di Indonesia itu enggak menjanjikan, jangan jadi pesulap tapi jadilah entertainer. Makanya saya memosisikan diri saya untuk menjadi entertainer. Magic itu enggak melulu harus dimainkan secara serius, ketika dikombinasikan dengan komedi lebih diterima orang-orang kita," tambahnya.

Menjadi pesulap pun diingatkan mengutamakan keamanan. Pasalnya, pesulap terkadang mempertaruhkan nyawa untuk pertunjukannya. Russell pun mengaku pernah dua kali hampir kehilangan nyawa, meski persiapan matang dan keamanannya dipertimbangkan.

"Illusionist itu memerlukan properti yang besar untuk mendukung routine magic yang akan ia bawakan. Karena itu, saya lebih banyak menghabiskan waktu di sana, terutama keamanannya. Dalam sulap ini safety adalah yang utama. Saya pernah dua kali hampir kehilangan nyawa dalam pertunjukan yang saya bawakan. Pertama, hampir kejatuhan tombak-tombak besi yang ditahan dengan tali. Kedua, dilarikan ke rumah sakit karena kehabisan napas saat terjebak di akuarium besar karena ada kunci yang macet," aku Russell.

Sejak kejadian itu Russel lebih selektif mendesain pertunjukan dan mengalkulasi risiko pertunjukan. Selain itu, keselamatan pesulap tidak lepas dari tim Gimmick Maker yang bertanggung jawab membuat routine magic atau konsep pertunjukan sulap (mulai cerita, trik, hingga koreografi), hingga para tools designer yang bertugas menyiapkan alat peraga.

"Dalam pertunjukan sulap yang akan ditampilkan pesulap selama beberapa menit di TV, itu ada kerja sekitar 20 orang, apalagi seorang illusionist, itu yang bikin kenapa kita terkesan ribet kalau mau show karena kita pasti akan bawa tim yang bertugas untuk menjamin keselamatan kita," pungkas Russell. (M-3)

BIODATA

Nama: Aditya Dirgahayu

Nama panggung: Russell Rich

Tempat, tanggal lahir: Medan, 25 Desember 1993

Profesi: Illusionist

Karier dan prestasi:

- Magic trainer di Magic Science Academy (Thailand)

- Juara 1 The Next Mentalist 2013

- Magic consultant di Trilogy Magic Factory

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More