Rabu 18 Desember 2019, 21:31 WIB

Lima Mobil Mewah Tidak Memiliki ERI

Faisol Taselan | Politik dan Hukum
Lima Mobil Mewah Tidak Memiliki ERI

Antara
Mobil mewah Surabaya

 

Lima dari 14 mobil mewah yang diamankan kepolisian daerah Jawa Timur, ternyata belum terdaftar di Electronic Registration And Identification (ERI) Korps Lalu Lintas, Korlantas Polri.

''Setelah dilakukan pengecekan fisik. Mulai nomor mesin dan rangka. Hingga akhirnya Polda Jatim akhirnya mengungkap bahwa 5 supercar
diketahui tak terdaftar,'' kata Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi, Budi Indra, di Surabaya, Rabu (18/12)

Lima supercar yang tak terdaftar dalam ERI Korps Lalu Lintas Polri, yaitu 3 unit Ferrari tipe 458 keluaran tahun 2011, satu unit Mclaren
tipe 7205 keluaran tahun 2018, dan satu unit Lamborghini Aventador keluaran tahun 2015.

Menurutnya, dengan hasil ungkap tersebut, pihaknya memberi waktu kepada pemilik supercar untuk segera mendaftar dan terdata di ERI.
      
"Untuk melakukan pendaftar ke ERI Korlantas Polri,  pemilik harus menyerahkan pemberitahuan impor barang (PIB), mengisi form A atau surat keterangan pemasukan kendaraan bermotor impor yang telah dilunasi bea masuk dan pajaknya," katanya.

Selanjutnya, pemilik harus mendaftarkan tipe kendaraannya di Kementerian Perindustrian. Untuk mendapat sertifikasi registrasi uji
tipe, SRUT dan surat uji tipe, SUT. Setelah mendapatkan dokumen tersebut, pemilik akan mendapatkan faktur, yang menunjuk kepemilikan.

Jika hingga waktu yang telah ditentukan, para pemilik 5 supercar belum melakukan pendaftaran, maka Direktorat Lalu Lintas akan
mengalihkan penyidikan kasus tersebut ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim.

Dari hasil ungkap Polda Jatim, lima dari 14 supercar dinyatakan tak terdata di Electronic Registration And Identification (ERI) Korps Lalu
Lintas Polri.

Dari masalah tersebut, Kabid Pajak Bapenda Jatim, Purnomosidi menyatakan bahwa lima kendaraan mewah itu berpotensi menghasilkan pajak bagi negara sebesar Rp3,2 milyar.


Bapenda Jawa Timur menyatakan bahwa 5 supercar tersebut memiliki potensi pajak cukup besar. Dari tiga unit Ferrari 458 tahun 2011,
diasumsikan nilai jual sebesar Rp5,7 miliar, dengan pajak BBN setara Rp571 juta. Maka, jika 3 unit kendaraan terdaftar, maka dipastikan
negara akan mendapatkan Rp1,9 miliar.

Sedangkan, untuk Mclaren tipe 7205 keluaran tahun 2018, diasumsikan nilai jual Rp5,4 miliar. Jika BBN dikenakan Rp540 juta dan PKB sebesar Rp83 juta, maka total nilai pajak ke kas daerah untuk Mclaren sebesar Rp623 juta.

Sedangkjan untuk Lamborghini Aventador tahun 2015, diasumsikan nilai jual Rp 5,9 miliar. Dari Lamborghini, ditentukan BBN Rp593 juta, dan PKB sebesar Rp91 juta, maka total penerimaan kas daerah sebesar Rp618 juta.

"Maka jika kelima supercar didaftarkan pemiliknya ke ERI Korlantas, maka negara memperoleh pendapatan pajak sebesar Rp3,2 miliar," kata
Purnomosidi.(OL-11)

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More