Rabu 18 Desember 2019, 20:20 WIB

Pimpin Induk Olahraga Squash, Sylvana Murni Ingin Tambah Pengprov

Despian Nurhidayat | Olahraga
Pimpin Induk Olahraga Squash, Sylvana Murni Ingin Tambah Pengprov

ANT/Wahyu Putro
Ketua Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI) baru, Sylvana Murni.

MANTAN Wakil Ketua Umum PB PSI (Persatuan Squash Indonesia) Sylviana Murni secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum periode 2019-2023. Hal ini dinyatakan langsung dalam Musyawarah Nasional di FX Senayan, Jakarta, Rabu (18/12).

Dalam acara tersebut, Sylviana yang merupakan calon tunggal terpilih oleh 12 dari 14 pengurus provinsi PB PSI. Dia pun mengatakan bahwa program jangka pendek yang akan ia laksanakan ialah menambah jumlah Pengprov di seluruh Indonesia.

"Pendekatannya lewat birokrat dan Dinas Olahraga di daerah-daerah. Saya dulu pernah jadi Kepala Dinas di DKI, dan saya ikut mengembang olahraga ini. Saya harap, nantinya juga para Kepala Dinas terutama Sispora di daerah bisa menjadi Ketua Pengprov sekaligus mengembangkannya," ungkap Sylviana di sela-sela pelaksanaan Munas PB PSI.

Lebih lanjut, Sylviana juga mengatakan bahwa bukan hanya pemasalan olahraga squash dikalangan pelajar yang menjadi fokus utama. Tetapi juga tersedianya sarana dan prasarana penunjang di daerah menjadi sangat penting.


Baca juga: Boyolali akan Miliki Stadion Berstandar FIFA Bernama Kebo Giro


"Saat ini memang jumlah sarana dan prasarana squash di daerah masih sedikit. Contohnya saja, kenapa pada PON Papua squash tidak dipertandingkan karena sarana dan prasarana belum ada," lanjutnya.

Namun pihaknya tidak berkecil hati, squash tidak dipertandingan di PON 2020 nanti. Sebagai gantinya, PSI akan menggelar Kejuaraan Nasional di tahun depan. Dia pun akan mengusahakan pada PON 2024 kelak, squash akan dipertandingkan.

"Untuk PON 2024 di Aceh-Sumut mereka berjanji akan mempertandingkan squash sekaligus membuat sarana dan prasarana bertaraf international," pungkas perempuan yang juga menjabat sebagai Anggota DPD RI tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More