Rabu 18 Desember 2019, 20:05 WIB

Setiap Tahun Penderita Katarak di Indonesia Bertambah 240 Ribu

Bayu Anggoro | Nusantara
Setiap Tahun Penderita Katarak di Indonesia Bertambah 240 Ribu

MI/Bayu Anggoro
Dirut Sidomuncul Irwan Hidayat bersama Ketua Dewan Pembina Perdami Nila F Moeloek di Bandung, Jabar, Rabu (18/12).

 

JUMLAH penderita katarak terus meningkat. Sedikitnya terdapat penambahan 0,1% dari jumlah penduduk setiap tahun.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Nila F Moeloek, saat menghadiri operasi katarak gratis yang diselenggarakan Sidomuncul bekerja sama dengan Perdami, RSUD Al Ihsan, dan Ikatan Alumni Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/12).

Menurut dia, dalam setiap tahun terdapat 240 ribu penderita katarak yang baru. Namun, pemerintah tidak serta merta dapat memberikan pelayaranan dalam hal ini gratis. Selain karena keuangan yang terbatas, jumlahnya pun terus bertambah setiap bulan.

"Tidak bisa semuanya dioperasi. Jadi ada sisa-sisa yang belum dioperasi," katanya.

Menurut Nina, saat ini terdapat 2 juta penderita katarak yang belum dioperasi. Ini menjadi tugas besar bagi semua, tidak hanya pemerintah. Perlu terobosan agar seluruh penderita bisa disembuhkan.

"Ini bukan pekerjaan yang mudah. Terima kasih Sidomuncul sudah membantu memberikan operasi katarak gratis," katanya.

Selain itu, menurut Nina, banyaknya penderita katarak juga disebabkan mereka enggan dioperasi. Tidak sedikit penderita yang merasa takut ketika harus dioperasi. Padahal, menurutnya operasi katarak tidak menimbulkan luka yang besar.

"Lukanya tidak besar, kecil. Apalagi dengan teknologi sekarang, tanpa ada bekas jahitan," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika penderita katarak dibiarkan tanpa disembuhkan, menurutnya, terjadi kerugian negara sebesar Rp84 triliun. Sebab, tanpa memiliki penglihatan yang baik, menurutnya, 75% kualitas hidup seseorang akan hilang sehingga tidak produktif.


Baca juga: Pengamanan Bandara dan Pelabuhan di Sikka Diperketat


"Kalau enggak bisa melihat, enggak bisa kerja," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Umum Sidomuncul, Irwan Hidayat, mengatakan, pihaknya komitmen untuk membantu pengobatan bagi penderita katarak. Operasi katarak gratis kali ini merupakan lanjutan dari program sosialnya yang sudah berjalan sejak 10 tahun lalu.

"Sejak 10 tahun lalu, kami sudah memberikan 53 ribu operasi katarak gratis," katanya.

Irwan pun mengimbau penderita agar tidak ragu untuk berobat termasuk operasi. Dia mengakui, tidak jarang kesulita mencari pasien ketika akan melakukan operasa katarak gratis.

"Apalagi dulu pernah, kami nyari 5 ribu pasien. Yang ada hanya 2 ribu. Mereka pada takut dioperasi," katanya.

Dirut RS Al Ihsan, Dewi Basmala, mengatakan, pada operasi ini pihaknya menyiapkan 16 dokter spesialis mata.

"Kami siapkan dua ruangan operasi," katanya.

Usai dioperasi, setiap pasien akan menjalani perawatan lanjutan.

"Pasien diminta datang lagi sehari setelah operasi. Semua biaya ditanggung oleh Sidomuncul," katanya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More