Rabu 18 Desember 2019, 19:58 WIB

Hadapi Nataru, Polri Bentuk Tiga Satgas

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Hadapi Nataru, Polri Bentuk Tiga Satgas

Antara/Didik Suhartono
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis meninjau pengamanan Nataru di Surabaya

 

KEPOLISIAN Republik Indonesia membentuk tiga satuan tugas (Satgas) guna menghadapi hari raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Ketiganya yakni Satgas Pangan, BBM (bahan bakar minyak), dan Aman Nusa II.

"Satgas pangan itu tujuannya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Rabu (18/12).

Satgas BBM, lanjut Asep, bertugas menjamin ketersediaan BBM selama Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Satgas Aman Nusa II ditujukan untuk menangani bencana alam dan konflik sosial. Satgas tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

"Ada 2.500 personel yang telah disiagakan di Jakarta dan seluruh wilayah juga sudah ada," ujar Asep.

Baca juga : Jelang Nataru, Polisi Prioritaskan Pengamanan 57 Gereja

Di samping itu, Asep juga memastikan pihaknya tetap melakukan upaya preventif strike terhadap jaringan terorisme. Hal tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan.

Asep menyebut Presiden Joko Widodo telah memerintahkan langsung Polri agar gangguan saat Natal dan Tahun Baru tidak terjadi. Oleh sebab itu, pihaknya telah mengimbau berbagai organisasi masyarakat untuk tidak melakukan aksi sweeping.

"Jadi untuk adanya dugaan-dugaan aksi sweeping, kita sudah meningatkan kepada organisasi-organisasi masyarakat yang beberapa kali melakukan itu," terang Asep.

Polisi, sebut Asep, akan mengambil langkah tegas apabila ormas-ormas melanggar aksi intoleran.

"Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok masyarakat yang melakukan tindakan-tindakan intoleran dan juga melanggar hukum," tegasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More