Rabu 18 Desember 2019, 15:57 WIB

Ini Titik Rawan Jalur Kereta Api

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Ini Titik Rawan Jalur Kereta Api

Antara
Pekerja memasang tembok pengaman rel Kereta Api

 

PUNCAK lonjakan penumpang kereta api diperkirakan terjadi pada 21 Desember mendatang. PT KAI mendeteksi sebanyak 237 titik rawan termasuk perlintasan liar berada di sepanjang jalur KA di wilayah Daerah operasional 1 Jakarta.

"Nah di mana saja itu, saya sampaikan terutama di daerah Bogor ke Sukabumi itu titik rawan banyak sekali. Titik rawan dalam arti bukan perlintasan sebidang tapi untuk ambles dan longsor," jelas Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah di Madame Delima Restaurant, Jakarta, Rabu (18/12).

Dari 237 titik rawan itu, rinciannya adalah perlintasan rawan ada 77 lokasi, lalu rawan longsor ada 81 lokasi, rawan banjir ada 46 lokasi dan rawan ambles ada 33 lokasi. Menurut Dadan, data tersebut berdasarkan historis dan geografis lintas tersebut.

"Kami ketahui curah hujan di Bogor sampai Sukabumi itu melebihi curah hujan di wilayah lainnya. Kemudian secara geografisnya juga sangat ekstrem sih enggak, cuma memang letaknya seperti itu. Yang banyak tebing, banyak lembah. Itulah titik titik rawannya," ungkap Dadan.

Untuk mengantisipasinya, Daop 1 Jakarta menyiapkan alat material untuk siaga di sejumlah lokasi titik rawan bencana seperti longsor dan penambahan petugas ekstra untuk seperti Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Petugas Jaga Lintas (PJL) Ekstra.

Lalu ada petugas posko daerah rawan di sepanjang lintas KA untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA.

"Total sebanyak 179 petugas ekstra disiagakan dengan rincian 39 personel PPJ Ekstra, 121 personel PJL Ekstra, dan 19 personel posko daerah rawan," kata Dadan.

"Dititik-titik tertentu kami juga ada posko yang mengawasi. Di Sukabumi itu ada 9 tempat pos penjagaan, disana stand by terus menerus, pada saat hujuan atau lainnya," tandasnya. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More