Rabu 18 Desember 2019, 10:04 WIB

Banjir di Jakarta karena Sistem Drainase Masih Buruk

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Banjir di Jakarta karena Sistem Drainase Masih Buruk

MI/ANDRI WIDIYANTO
Kemacetan panjang terjadi di Jl Sudirman, Jakarta akibat banjir di sejumlah titik di ibu kota.

 

BANJIR yang melanda di 19 titik di jalan dan 8 titik di pemukiman warga Jakarta pada Selasa (17/12), menunjukkan sistem drainase ibu kota masih buruk dan tidak berfungsi optimal karena tidak mampu menampung luapan air hujan.

Hal itu disampaikan Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12).

"Ini merupakan banjir lokal yang diakibatkan buruknya sistem drainase kota. Memang hanya sekitar 33% yang berfungsi baik saat ini. Kondisi saluran air Jakarta diameternya harus diperlebar, misal dari 1,5 meter menjadi 3 m, agar kapasitas bisa menampung air saat hujan lebat," jelas Nirwono.

Baca juga: Jakarta Banjir, Anies Dinilai Hanya Fokus pada Beautifikasi

Selain itu, menurut Nirwono, masih banyak saluran air yang tersumbat lumpur, sampah, limbah, lalu jaringan utilitas yang tumpang tindih dan tidak terhubung dengan baik antarsaluran air.

Ia juga menyoroti kegiatan revitalisasi trotoar yang sedang gencar dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Harusnya diikuti dengan rehabilitasi saluran air kota sekaligus penataan jaringan utilitas secara terpadu," tandas Nirwono.

Hujan deras yang turun disertai petir dan angin itu menyebabkan banjir setinggi 10-60 cm. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua dan empat terendam dan tidak bisa lewat.

Kemacetan pun terjadi di sejumlah wilayah karena para pengendara mencari jalur alternatif agar terhindar dari banjir. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More