Rabu 18 Desember 2019, 09:11 WIB

Kejengkelan Jokowi

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kejengkelan Jokowi

Dok Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo

 

DALAM acara Musrenbang di Jakarta, Senin, 16 Januari 2019, Presiden Jokowi kembali menumpahkan kegeramannya terkait impor migas. Presiden juga geram karena selama 34 tahun pembangunan kilang minyak tidak kunjung terealisasi. Kekesalan Jokowi bukan baru kali ini saja dia tunjukkan. Berikut beberapa momentum kejengkelan Jokowi berdasarkan catatan pemberitaan Media Indonesia.

31 Januari 2018

Rantai perdagangan rumit

Presiden Jokowi menyesalkan rumitnya mata rantai perdagangan di Indonesia. "Jangan buat regulasi yang justru membuat industri teriak karena pasokan terhambat. Jangan sampai ada yang tidak detil, tidak ada data. Perangkat Kemendag gede sekali. Kalau ada data yang tidak ada, itu kebangetan,” ungkapnya dalam Raker Kemendag di Istana Negara.

Kinerja ekspor tertinggal

Masih dalam acara yang sama Jokowi mengaku tak puas dengan kinerja ekspor Indonesia. Jokowi menyebut Kemendag sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. "Ini tanggung jawab saudara sekalian," tuturnya.

1 Februari 2018
Terlalu banyak larangan terbatas

Jokowi meminta agar mempermudah impor dengan mengurangi dan menghilangkan larangan terbatas. "Itu kebanyakan. Itu apa sih? Dipikir saya tidak tahu itu buat apa? Permainannya apa?"

9 Mei 2019

Defisit neraca

Presiden Jokowi jengkel karena persoalan mengenai defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan tidak pernah beres. "Kita lebih dari 20 tahun tidak bisa menyelesaikan ini," ujarnya dalam Musrenbangnas di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Izin investasi berbelit-belit

Dalam acara yang sama Jokowi mengeluhkan izin investasi usaha yang masih berbelit-belit. Ada banyak investor yang tertarik masuk ke Indonesia. Namun, rencana itu urung dilakukan karena perizinan di Indonesia rumit. "Jengkel saya," kata Jokowi.

8 Juli 2019

Dalam pidato pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Presiden Jokowi menyoroti neraca dagang defisit gara-gara impor migas tinggi. "Coba dicermati angka-angka ini dari mana, kenapa impor jadi sangat tinggi, kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali," kata Jokowi.

6 November 2019

Jokowi mengatakan, pacul hanya salah satu contoh barang yang bisa diproduksi dalam negeri tetapi justru diimpor. "Kebangetan banget kalau itu masih diteruskan."

16 Desember 2019

Presiden Jokowi menyatakan sudah tahu siapa pihak-pihak yang gemar mengimpor minyak dan gas. Bahkan, dia mengantongi nama para pelaku mafia migas yang kerap mengimpor itu. (OL-3)

 

Sumber: dokumentasi MI

Baca Juga

MI/IMMANUEL ANTONIUS

Waspadai Hoaks Covid-19 untuk Turunkan Partisipasi Pemilih

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:44 WIB
Penyebaran hoaks terkait Covid-19, sangat mungkin terjadi pada saat pelaksanan pemungutan suara (pencoblosan) di wilayah ataupun TPS yang...
ANTARA/M Risyal Hidayat

BPK Curiga Ada yang Ingin Lemahkan Kewenangannya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:27 WIB
BPK menyatakan bakal menyempurnakan standar dan metode pemeriksaan yang...
Dok.MI

Bawaslu Mencatat Kegiatan Kampanye Secara Daring Terus Menurun

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:15 WIB
Kampanye dengan metode tatap muka atau pertemuan terbatas masih menjadi yang paling diminati dan paling banyak dilakukan meski di tengah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya